Gubernur Sumsel Akan Evaluasi APBD Kabupaten Miskin

    Herman Deru
    Gubernur Sumsel, Herman Deru saat rapat bersama, (Foto: istimewa).

    Berita Baru, Palembang – Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru yang juga Ketua Umum Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumsel, memimpin rapat koordinasi TPID di ruang rapat Bina Praja, Rabu (26/2).

    Pada rapat itu, Herman Deru mengharapkan agar anggota TPID Sumsel bersama-sama meningkatkan kinerja program-program TPID dengan inovasi.

    Serta melaksanakan program yang telah menjadi kegiatan tetap seperti pelaksanaan rapat koordinasi, peningkatan kapasitas dan lainnya.

    Kemudian, program dan kegiatan yang ada pada organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumsel maupun pada instansi Iainnya yang anggota TPID agar telah tercantum dalam roadmap pengendalian inflasi daerah Provinsi Sumsel tahun 2019 sampai 2021.

    Menurut Herman Deru, jika tingkat inflasi suatu daerah terjaga stabilitas dan cendrung rendah akan mendukung terciptanya pertumbuhan ekonomi daerah yang baik dan berkelanjutan serta mendukung pertumbuhan unit-unit UKM dan mengurangi tingkat kemiskinan.

    “Kita (Sumsel_red.) ini sudah terbaik di wilayah Sumatra dan kita diakui pertumbuhan perekonomian kencang. Tetapi, saya belum puas karena ada beberapa kabupaten yang menonjol, yaitu tujuan utama penurunan angka kemiskinan yang tidak ada perubahan, walaupun ada juga beberapa daerah yang sangat baik,” ungkap Deru.

    Berita Terkait :  Pemkot Bandung Naikkan PAD Rp197,52 miliar

    Untuk itu, lanjut Herman Deru, daerah yang tidak ada perubahan akan diberikan panduan khusus agar benar dalam membelanjakan anggaran melalui evaluasi APBD induk maupun APBD perubahan.

    “Kalau di APBD induk sudah dilakukan, mungkin nanti di APBD perubahan kita perbaiki lagi kalau ada yang belum tepat, karena ada daerah yang APBD tinggi tapi tidak berdampak pada penurunan angka kemiskinan. Tapi, kita tidak usah sebut nama kabupatennya,” tegasnya.

    Berdasarkan data BPS Provinsi Sumsel bahwa tingkat inflasi Sumsel menunjukan kecenderungan menurun dibandingkan di tahun-tahun sebelumnya, yaitu seperti terjadi pada kisaran 5 tahun yang lalu.

    Di tahun 2014 tingkat inflasi Sumsel mencapai 8,48% dan Tahun 2019 sebesar 2,06% yaitu lebih rendah dibawah inflasi nasional sebesar 2,72%. Untuk bulan Januari 2020 Sumsel mengalami inflasi sebesar 0,60% (mtm).

    “Hal ini menunjukkan sejak dibentuknya TPID tingkat Inflasi Sumsel cenderung mengalami penurunan, rendah dan stabil,” ujarnya. [*]

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan