Gubernur BI Perkirakan E-Commerce Tumbuh 33 Persen Tahun Ini

Berita Baru, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan bahwa, pada tahun ini transaksi e-commerce akan naik menjadi Rp 337 triliun atau tumbuh 33 persen dari tahun lalu Rp 253 triliun. 

Hal itu disampaikan Perry saat sambutan di Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dalam rangka mendorong akselerasi digitalisasi ekonomi dan keuangan di Indonesia yang diselenggarakan secara virtual, Senin, 5 April 2021. 

Festival ini juga bekerja sama dengan 16 Kementerian Lembaga, 14 industri perbankan, ecommerce, uang elektronik dan payment gateway. Acara yang berlangsung 5 hari tersebut juga diikuti oleh 5 asosiasi. 

“Langkah sinergi kuat ini, diharapkan bisa mendorong perkembangan digital ekonomi dan keuangan di Indonesia semakin kuat. Insya Allah ecommerce akan naik dari Rp 253 triliun jadi Rp 337 triliun atau tumbuh 33 persen,” kata Perry dikutip kanal YouTube Bank Indonesia, Senin (5/4/2021).

Peery juga menargetkan, uang elektronik bisa naik antar Rp 201 triliun pada 2020 ke Rp 266 triliun atau tumbuh 32 persen pada 2021. Selanjutnya, digital banking juga naik dari Rp 27.000 triliun pada 2020 tumbuh 19 persen menjadi Rp 32.200 triliun. 

Perry melanjutkan, BI juga telah mendukung digitalisasi di sektor pembayaran dengan meluncurkan Kode QR atau QRIS. Menurutnya, QRIS ini sangat berguna untuk sistem pembayaran di masa pandemi Covid-19.

“Bank Indonesia berkomitmen mendukung upaya-upaya bersama dalam akselerasi digitalisasi ekonomi keuangan. Kami terus melakukan langkah percepatan digitalisasi di bidang sistem pembayaran,” ujar Perry.

Lebih lanjut, Perry mengingatkan agar para perbankan dapat merubah layanannya menjadi serba digital. Apalagi, tambahnya, di era pandemi Covid-19 ini banyak nasabah yang ingin melakukan transaksi bank tanpa harus ke kantor cabang.

“Bagaimana digitalisasi perbankan tersambungkan dengan e-commerce dan marketplace melalui standarisasi open API. Insha Allah tahun ini kami sama industri komit meluncurkan standar open API untuk 54 jenis service,” tandas Perry.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini