Guatemala Tandatangani Perjanjian Migrasi, Setelah Diancam Trump

Perjanjian Migrasi
Presiden Guatemala, Jimmy Morales. (Washington Post)

Beritabaru.co, Intrernasional. – Amerika Serikat (AS) dan Guatemala telah menandatangani perjanjian migrasi, beberapa hari setelah Presiden Donald Trump mengancam negara Amerika Tengah itu dengan tarif.

Di bawah kesepakatan itu, para migran dari Honduras dan El Salvador yang melewati Guatemala akan diminta untuk berhenti dan mencari suaka di sana terlebih dahulu. Para migran yang gagal melakukannya dianggap tidak memenuhi syarat untuk suaka di AS. Pemerintah Guatemala mengatakan perjanjian itu akan berlangsung selama dua tahun, dan akan ditinjau setiap tiga bulan.

Dilansir dari laporan BBC, Trump mengatakan bahwa sebagai gantinya pekerja pertanian Guatemala akan mendapatkan akses yang lebih mudah untuk bekerja di pertanian AS.

Presiden Guatemala, Jimmy Morales (harusnya) akan menandatangani perjanjian migrasi dengan Trump minggu lalu, tetapi Mahkamah Konstitusi Guatemala memutuskan bahwa dia tidak dapat menandatangani tanpa persetujuan dari Kongres.

Trump merespons hal itu dengan mengancam Guatemala dengan tarif dan sanksi lainnya setelah pengadilan tinggi negara itu mengeluarkan perintah untuk memblokir perjanjian.

Berita Terkait :  Trump Sebut WHO Berbohong Soal Angka Kematian Global Virus Corona

“Kami sudah siap untuk pergi. Sekarang kami sedang melihat tarif, biaya pengiriman, dan semua hal di atas. Guatemala belum bagus. Dolar pembayar pajak A.S. yang besar kepada mereka  saya potong 9 bulan yang lalu, ” tulis Trump di laman Twitternya.

Pajak atas remitansi Guatemala akan menjadi ancaman signifikan bagi perekonomian negara. Warga negara Guatemala yang tinggal di luar negeri menyumbang $ 9,5 miliar pada tahun 2018, 12% dari PDB negara itu, menurut Bank Dunia.

Menanggapi keputusan Mahkamah Konstitusi Guatemala untuk memblokir kesepakatan yang diusulkan minggu lalu, Presiden Morales mengatakan di Twitter. “Semua ini membahayakan hubungan bilateral dengan Amerika Serikat yang mengarah pada adanya sanksi.”

Ancaman sanksi yang dikeluarkan oleh Trump mengingatkan perlakuannya terhadap Meksiko. Bulan lalu dia mengatakan akan memberlakukan tarif yang terus meningkat, mulai dari 5% dan naik menjadi 25% jika tidak diambil langkah yang besar untuk membendung migrasi ke AS.

Sebelum adanya kesepakatan pada Jumat (26/07) dengan Guatemala, para migran yang tiba di perbatasan AS-Meksiko diizinkan untuk meminta suaka terlepas dari negara mana yang mereka lewati untuk sampai ke sana, meskipun administrasi Trump telah memberlakukan pembatasan  pada jumlah orang yang diizinkan.

Penulis : Nafisa Fiana
Sumber  : BBC
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan