Solidaritas Peduli Iklim, Greta Thunberg Hadiri Aksi di Lowa City

Lowa City
(Foto : The Guardian)

Berita Baru, Internasional – Tiga hari sebelum kunjungan mendadak Greta Thunberg ke Lowa City pada hari Jumat (4/10), penyelenggara dan aktivis iklim setempat Massimo Biggers – seorang siswa sekolah menengah Lowa City yang berusia 14 tahun – sedang bersiap untuk melakukan aksi mogok sekolah seperti yang dilakukan aktivis Greta Thunbergh.

Tiba-tiba, sebuah pesan tiba dari aktivis remaja asal Swedia, Thunbergh, bahwa ia akan tiba di lowa City untuk membersamai aksi yang akan digelar. Dilansir dari The Guardian, Sabtu (5/10).

Lebih dari 3.000 orang berkumpul dalam waktu singkat di bawah bayang-bayang University of Lowa pada hari Jumat sore untuk mendengar Thunberg berbicara.

Para hadirin berpartisipasi dalam demonstrasi pemogokan sekolah untuk iklim dengan aktivis remaja lingkungan perubahan iklim Greta Thunberg, di Iowa City.

“Wow,” kata Thunberg sambil menyipitkan mata di bawah sinar matahari, ketika kerumunan manusia meneriakkan namanya.

“Hanya saja begitu banyak orang yang saya pikir tidak ada di antara kita yang mengharapkan sebanyak ini. Ini adalah harapan nyata, begitu banyak orang berkumpul pada hari kerja dengan pemberitahuan sesingkat itu. Ini harapan nyata bagi saya, ”katanya.

Berita Terkait :  Rusia Sedang Menyelesaikan Pengujian Rudal S-500

Biggers telah menghabiskan waktunya sejak  enam bulan terakhir dalam memobilisasi teman-teman sekolahnya untuk menekan dewan kota agar mengambil langkah-langkah yang lebih keras untuk mengatasi perubahan iklim.

“Pada saat itu tujuan khusus kami adalah membuat dewan sekolah mengeluarkan resolusi iklim,” katanya dalam sebuah wawancara dengan Guardian. “Tapi kemudian cukup mudah untuk mendapatkan dewan sekolah untuk mendapatkan resolusi iklim jadi kami pergi ke dewan kota dan sekarang kami mencoba untuk mematikan pembangkit listrik tenaga batubara,” tambahnya.

University of Iowa menggunakan energi batu bara di pembangkit listriknya, para aktivis muda yang tergabung dengan lantang meneriakkan “End Coal Now!” yang artinya “ Akhiri batubara sekarang juga!”.

“Untuk menjadi bagian dari gerakan global dan terutama pada tahap ini, ini merupakan kesempatan yang luar biasa dan menakjubkan untuk melihat pemimpin global,” kata Abbey Jordahl, mahasiswa baru di UI dari Ankeny, Iowa.  “Sejujurnya aku tidak percaya ketika aku membaca bahwa Greta datang ke sini, aku seperti … Iowa City ?! Apa?! Saya sudah mengikutinya untuk sementara waktu, jujur ​​saya tidak percaya saya ada di sini! ”

Berita Terkait :  Beijing Segera Selesaikan Prosedur Cepat Perjanjian Perdagangan Senjata

Kehadiran Thunberg cukup memberi semangat dan antusias antusiaspara aktivis muda, ditambah lagi oleh siswa sekolah menengah dan mahasiswa.

“Saat ini para pemimpin dunia terus bertingkah seperti anak-anak dan seseorang harus menjadi orang dewasa di ruangan itu,” kata Thunbergh merujuk pidatonya di PBB di New York minggu sebelumnya.

Thunbergh juga menjelaskan mengapa dia saat ini menuai banyak kritik dari pemimpin dunia seperti Donald Trump dan Vladimir Putin, dia menyarankan: “Mereka melakukannya karena mereka melihat sesuatu yang mengancam dan mereka ingin membungkam itu dan jika mereka tidak memiliki apa pun untuk dikatakan, jika mereka tidak dapat mengkritik sains, yang kami katakan, maka mereka mulai menyerang kami secara pribadi dan mengirimkan ancaman dan kebencian dan seterusnya jadi mungkin mereka tidak bisa mengatasinya”.

“Bisa jadi mereka merasa terancam oleh generasi baru, ada banyak anak muda terutama anak perempuan dalam gerakan ini yang memimpin dan mungkin mereka tidak seperti itu, saya tidak tahu!” tutup Thunberg.

Sumber : The Guardian

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan