Greta Thunberg Beri Support Gerakan Iklim Kaum Muda di AS

Greta thunberg
(Foto: Nicholas Kamm/AFP/Getty Images)

Berita Baru, Internasional – Aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg menemani rekan-rekannya dari Amerika dalam sebuah gerakan iklim kaum muda pada acara demonstrasi di dekat Gedung Putih pada hari Jumat (13/9).

Dilansir dari The Guardian, Sabtu (14/9) Thunberg diam-diam bergabung masuk dalam barisan para pedemo dan ikut larut bersama nyanyian yang di gaungkan oleh massa aksi.

“Tidak ada lagi Sharpies, kebohongan, dan penyensoran,” begitu salah satu bunyi poster pemrotes.

Para pengunjuk rasa kesulitan memulai pawai aksi menuju ke Gedung Putih seperti yang direncanakan, karena dikelilingi oleh wartawan dan kamera TV yang mengerumuni Thunbergh.  “Kami mencintaimu, Greta,” teriak penggemar.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berulang kali membantah ilmu iklim dan terus menentang upaya besar AS dalam membendung gas rumah kaca dari bahan bakar fosil yang memanaskan dunia, serta mencoba melemahkan segala upaya perlindungan lingkungan  yang terkait dengan kualitas udara dan air serta perlindungan satwa liar.

Aksi tersebut bisa dikatakan sebagai pertemuan beberapa ratus praremaja, remaja dan para pegiat lingkungan. Mereka meneriakkan: “Lindungi masa depan kita.”

Berita Terkait :  Ilmuwan Oxford University Ujicoba Vaksin COVID-19

Greta Thunberg beberapa kali mengambil alih megaphone di pertemuan itu sebagai bentuk penyambutan dan antusiasme. Dia tampaknya sengaja berada di barisan pinggir sambil ikut menyanyikan lagu perjuangan dengan malu-malu. Thunberg juga mengatakan dia tidak akan memberikan pidato karena pembicara sebelumnya “sudah mengatakan segalanya”.

Tetapi dia menambahkan: “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya sangat bersyukur untuk setiap orang dari anda, saya sangat bangga dengan anda, yang telah datang ke sini dan saya, banyak orang … ini luar biasa. Jangan pernah menyerah, kami akan melanjutkan dan melihat Anda minggu depan pada 20 September “- untuk aksi protes iklim global yang direncanakan.

 “Kami menyerang hari ini untuk menyelamatkan hari esok, bukan untuk menyelamatkan hidup dalam 50 tahun tetapi untuk menyelamatkan hari esok,” kata Nadia Nazar, penyelenggara 17 tahun dengan kelompok pemuda Zero Hour.

Ilmuwan iklim terkemuka dunia memperingatkan tahun lalu bahwa umat manusia hanya memiliki waktu hingga 2030 agar pemanasan global tetap terjaga dan setidaknya berada di angka maksimal 1,5C. Di luar itu, secara signifikan berpotensi untuk kekeringan, banjir, dan panas ekstrem.

Sumber : The Guardian
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan