Gerakan Mahasiswa Peduli Yogyakarta Distribusikan Paket Bantuan Bencana Merapi

-

Berita Baru, Yogyakarta – Komunitas Gerakan Mahasiswa Peduli (GMP) Yogyakarta turut melakukan distribusi paket penerangan untuk korban bencana Merapi di Cangkringan.

Selain itu, mereka juga turut mendistribusikan paket alat kebutuhan dapur untuk korban bencana Kalimantan selatan, pengembangan TPA di kecamatan Ngaglik, Sleman,serta  bantuan pangan untuk masyarakat jalanan di area Sleman.

Penggagas GMP Hasan Rahmat Kamil mengatakan selama bulan Ramadan pihaknya telah menjalankan beberapa progam diantaranya membantu TPA Masjid Al Muhtadin Ngaglik Sleman, berbagi makan takjil kepada orang jalanan, kajian bersama donatur, program mengajar ke TPA Al Amin, Clapar, Kokap, Kulonprogo bersama komunitas Bagi.in.

“Terakhir bersama beberapa donatur yang bekerjasama seperti sop empal Maspur, komunitas bagiin dan kebab Baba Rafi, Komunitas Gerakan Mahasiswa Peduli telah sukses menjalankan bakti sosial dan buka bersama bersama santri panti asuhan Baitul Qowwam,” tutur Rahmat.

Ia menuturkan GMP merupakan komunitas mahasisiwa yang bergerak dibidang sosial dalam perannya bertujuan membantu dan peduli terhadap kondisi masyarakat terdampak bencana maupun yang membutuhkan bantuan sosial. Selain itu komunitas ini menjembatani donatur yang akan berdonasi untuk disalaurkan kepada kaum dhuafa yang membutuhkan .

“Aktifitas yang dilakukan GMP meliputi ; pengajaran, pegembangan TPA, bakti sosial ke panti asuhan, penggalangan donasi untuk korban bencana alam, pelatihan kebencanaan, diskusi keilmuan, dan kegiatan sosial lainnya bersama relasi,” kata Rahmat.

Gerakan Mahasiswa Peduli berdiri pada 15 Desember 2020 diinisiasi oleh dua mahasiswa tingkat akhir yaitu Hasan Rahmat Kamil dari Universitas Negeri Yogyakarta dan Husein Faisal Ridho dari Universitas Islam Indonesia  hingga saat ini GMP telah memiliki 27 anggota yang berasal dari berbagai kampus yang berada di Yogyakarta  Diantaranya dari kampus UGM, UNY, UPN Veteran YK, UII, STIE YKPN, AMIKOM, Sanata Dharma.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments