Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gelar Webinar, Kemendes PDTT Bahas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19

Gelar Webinar, Kemendes PDTT Bahas Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19



Berita Baru, Jakarta – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) gelar Webinar Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada hari Sabtu (10/7). Acara tersebut diikuti lebih dari 2000 peserta via Zoom maupun YouTube.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal Kemendesa, PDTT, Taufik Madjid berharap diskusi yang digelar dapat menambah wawasan peserta berkaitan dengan pencegahan dan penanggulangan Covid-19, serta bermanfaat sebagai ajang sharing, berbagi pengetahuan dari sumber yang betul-betul valid untuk menambah refrensi bagi keluarga besar Kemendes PDTT.

“Saya yakin teman-teman sudah banyak tahu tentang penanggulangan tapi semoga ini semakin memperluas pengetahuan kita sehingga dapat menangkal covid. Webinar ini juga
kami persembahkan untuk kita semua saling memperkuat dan memberikan motivasi, saling mendoakan diantara kita,” jelas Taufik Madjid saat membuka Acara.

Webinar ini menghadirkan dr. Herbert Sidabutar, Kepala Seksi Penyelahgunaan Napza Kemenkes RI sebagai narasumber utama. Herbert menjelaskan empat hal yaitu sekilas mengenai Covid-19, pencegahan dan penanganan, isolasi mandiri, dan kesehatan jiwa yang cenderung terjadi saat menjalani isolasi mandiri.

Dalam kesempatan tersebut, Herbert menghimbau kepada seluruh peserta untuk patuh terhadap protokol kesehatan karena virus yang terus bertambah variannya. Dalam seminggu, ungkapnya, grafik terus meningkat sehingga dibutuhkah kehati-hatian supaya dapat mengatasi pandemi.

“Virus ini bermutasi karena ini adalah virus. Virus punya kemampuan untuk bermutasi supaya bisa bertahan hidup dan dia bisa terus eksis. Saat ini varian Delta yang semakin banyak tersebar,” tambah Herbet.

Dalam Webinar juga menghadirkan salah satu penyintas Covid-19, Erlin Chaerlinatun, Kepala Biro Humas Kemendesa, PDTT. Sebagai penyintas, Erlin menjelaskan pengalamannya dan menghimbau untuk tidak panik dengan tetap melaksanakan konsultasi dengan dokter secara online.