Berita

 Network

 Partner

Protes Kematian George Floyd
© AP Photo / Michel Euler

Gedung Putih Tuduh Maduro Terlibat dalam Gerakan Protes Kematian George Floyd

Berita Baru, Internasional – Seorang pejabat senior anonim dalam pemerintahan Presiden Trump mengatakan bahwa ada pengaruh dan hasutan dari afiliasi Presiden Maduro dalam protes kematian George Floyd di Miami Florida.

Sumber anonim tersebut juga mengklaim Gedung Putih mempunyai informasi yang mendukung hal itu.

“Kami menyadari upaya oleh individu yang terkait dengan musuh Amerika, termasuk rezim tidak sah Nicolas Maduro Venezuela, untuk memicu konflik, membantu menghasut kekerasan, dan memecah belah Amerika dengan mengeksploitasi protes damai,” ujar pejabat senior anonim tersebut dilansir dari Miami Herald, Jumat (5/6).

Namun, ketika diminta untuk memberikan informasi non-publik untuk mendukung klaim tersebut, ia menjawab: “Kami tidak dapat membahas lebih lanjut informasi terbuka non-sumber.”

Sementara itu, melalui cuitan di akun Twitter-nya, Senator AS Rick Scott mengatakan bahwa rezim Maduro dan para diktator Amerika Latin lainnya mendukung para penghasut kekerasan pada protes di daerah Miami sembari menunjukkan laporan dari Diario Las Americas yang terbit pekan lalu.

Berita Terkait :  Google Gratiskan Fitur Google Meet Hingga 1 Juli 2020

Rick Scott juga memperingatkan bahwa pemerintah AS akan menindak operasi di Miami.

Juru bicara Scott Chris Hartline mengatakan bahwa memang Scott tertarik dengan hubungan antara pemrotes dengan Presiden Maduro.

“Senator Scott sangat peduli dengan laporan para pemrotes di Miami yang memiliki hubungan dengan rezim Amerika Latin dan diktator seperti Nicolas Maduro dan organisasi-organisasi seperti FMLN [Front Pembebasan Nasional Farabundo Martí],” ujar Hartline seperti dilansir di Miami Herald.

“Senator Scott berharap bahwa FBI dan otoritas federal terus menyelidiki masalah ini dan bahwa siapa pun yang terkait dengan tindakan kekerasan dan penghancuran harus bertanggung jawab,” imbuh Hartline.

Berita Terkait :  AMTI: China Perkuat Kehadirannya di Laut China Selatan

Dilansir Sputnik, laporan hubungan operatif Venezuela dan Kuba menyusup dalam protes Miami pertama kali muncul pada Senin (7/6) lalu di sebuah blog berjudul “Primer Informe.”

Blog itu dikelola oleh mantan reporter El Nuevo Herald Casto Ocando.

Menurut blog itu, “Sekelompok orang yang ditahan oleh FBI di Miami dan kota-kota lain di Amerika Serikat selama protes kekerasan selama akhir pekan, mengakui bahwa mereka menerima pembayaran untuk berpartisipasi dalam protes aktivis aktivis asal Kuba dan Venezuela.”

Miami Herald juga menyebutkan ada Chavistas dan kaum kiri lainnya di protes Miami.

Itu terbukti dari rekaman seorang pemrotes yang memegang bendera Front Pembebasan Nasional Sandinista Nikaragua di pusat kota. Rekaman tersebut berasal dari seorang reporter Univision.

Sementara itu, pemrotes lain digambarkan mengenakan topi yang menonjolkan bendera Venezuela.

Berita Terkait :  California Dikepung Kebakaran Hutan

Chavisme adalah ideologi politik sayap kiri yang dikaitkan dengan mantan Presiden Venezuela Hugo Chavez.

Polisi Miami dan Miami-Dade County belum mengomentari tuduhan itu.

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa mereka tidak terlibat dalam penyelidikan yang terkait dengan protes domestik.

Dalam konferensi pers di Washington Kamis lalu (4/6), Jaksa Agung AS William Barr juga mengatakan bahwa otoritas federal memiliki informasi tentang kelompok-kelompok ekstremis yang memicu kekerasan selama protes.

“Kami juga melihat aktor asing bermain dari semua sisi untuk memperburuk kekerasan,” tegas Barr.