Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Orang-orang berbaris ke istana presiden, memprotes pemerintahan militer menyusul kudeta bulan lalu di Khartoum, Sudan pada 19 Desember 2021. Foto: Reuters.
Orang-orang berbaris ke istana presiden, memprotes pemerintahan militer menyusul kudeta bulan lalu di Khartoum, Sudan pada 19 Desember 2021. Foto: Reuters.

Militer Sudan Menutup Akses Internet

Berita Baru, Khartum – Militer Sudan menutup akses internet dan layanan seluler serta mengerahkan pasukan di seluruh ibu kota Khartum saat para warga pro-demokrasi bersiap untuk mengadakan aksi baru, Kamis (30/12).

Tentara, polisi dan patroli paramiliter terlihat memadati jalan-jalan ibukota, sementara kontainer pengiriman memblokir jembatan Nil yang menghubungkan Khartum dengan pinggiran utara dan kota kembar Omdurman.

Sebuah pos pemeriksaan tentara dengan kendaraan lapis baja terlihat ditempatkan di salah satu jembatan yang tetap terbuka.

Protes yang direncanakan akan menjadi aksi pro-demokrasi yang ke-11 sejak kudeta militer Sudan pada 25 Oktober 2021.

Kudeta itu menggulingkan Perdana Menteri Abdalla Hamdok, namuan ia diangkat kembali sebagai perdana menteri Sudan setelah melakukan perjanjian dengan pihak militer.

Menurut laporan Al Jazeera, para pengunjuk rasa menuntut agar militer tidak ikut campur dalam peran pemerintah selama masa transisi menuju pemilihan umum yang bebas.

Aksi turun jalan terbaru dilakukan pada 25 Desember 2021, di mana puluhan ribu warga turun jalan sementara banyak jembatan yang diblokir militer selama protes berlangsung.

Dalam aksi 25 Desember 2021 itu, para pengunjuk rasa pro-demokrasi berhasil mencapai dekat istana presiden meskipun mereka disemproti militer dengan gas air mata dan komunikasi padam.

Komite Sentral Dokter Sudan mengatakan lebih dari 200 orang terluka selama protes itu dan enam orang luka parah karena tertembak peluru tajam.

Setidaknya 48 orang telah tewas oleh pasukan keamanan sejak aktivis pro-demokrasi meluncurkan kampanye demonstrasi jalanan menentang kudeta, menurut Komite Dokter.

Sebuah sumber dari perusahaan telekomunikasi mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa perintah untuk menutup internet datang dari Perusahaan Telekomunikasi Nasional Sudan.

Warga pro-demokrasi Sudan menggunakan internet untuk mengorganisir demonstrasi dan menyiarkan cuplikan langsung dari aksi unjuk rasa ke dunia.

Sementara itu, kamera pengintai baru dipasang di jalan raya utama Khartum di mana para demonstran akan berbaris untuk protes yang direncanakan hari Kamis (30/12).