Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Salah seorang staf Stand News Ranson Chan kembali ke kantor. Rabu (29/12). Foto: Twitter Galileo Cheng.
Salah seorang staf Stand News Ranson Chan kembali ke kantor. Rabu (29/12). Foto: Twitter Galileo Cheng.

6 Staf Senior Media Online Hong Kong Ditangkap

Berita Baru, Hong Kong – Departemen Keamanan Nasional Kepolisian Hong Kong mengatakan 6 staf senior media online Hong Kong ditangkap “karena konspirasi untuk menerbitkan publikasi hasutan”, Rabu (29/12).

Keenam staf tersebut adalah mantan staf dan staf saat ini dari situs berita Stand News yang merupakan situs berita pro-demokrasi.

Polisi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka telah menangkap tiga pria dan tiga wanita yang berusia 34 hingga 73 tahun. Polisi juga melakukan penggeledahan di rumah mereka.

Pemimpin redaksi Stand News, Patrick Lam termasuk di antara mereka yang ditangkap. Lam dilaporkan ditangkap oleh polisi di rumahnya dan beberapa gawai miliknya juga disita.

Kemudian wakil editornya, Ronson Chan dibawa polisi untuk diinterogasi. Ronson Chan juga merupakan ketua Asosiasi Jurnalis Hong Kong.

Stand News memposting video polisi tiba di kediaman Chan dan menunjukkan surat perintah pengadilan mereka.

“Tuduhannya adalah konspirasi untuk menerbitkan publikasi hasutan. Ini surat perintah pengadilan dan ini kartu surat perintahku. Telepon Anda menghalangi pekerjaan kami,” kata seorang petugas yang terlihat.

Chan kemudian dibebaskan oleh polisi. Dalam statemen setelah polisi menggeledah kediamannya, Chan berkata, “Stand News selalu melaporkan berita secara profesional, ini tanpa keraguan dan semua orang tahu itu. Kejahatan apa pun tidak akan mengubah fakta ini.”

Departemen Keamanan Nasional Kepolisian Hong Kong mengkonfirmasi operasi tersebut pada hari Rabu (29/12), menambahkan bahwa lebih dari 200 petugas polisi terlibat.

Sementara itu, Direktur Human Rights Watch di China, Sophie Richardson mengatakan kepada Al Jazeera bahwa penangkapan itu “tidak ada hubungannya dengan” hasutan.

“Itu adalah pembalasan murni oleh pemerintah China, yang berusaha untuk memberantas media bebas di Hong Kong yang mendokumentasikan perilaku kasar Beijing,” kata Richardson.

“Mematikan Stand News, Apple Daily, dan outlet penting lainnya membuat agenda itu buta,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, polisi juga melakukan penggerebekan di kantor Stand News.

Puluhan polisi terlihat memasuki kantor Stand News pada hari Rabu.

Foto-foto yang dipublikasikan di media sosial juga menunjukkan personel polisi yang tidak berseragam sedang mengangkut peti plastik di luar kantor publikasi.

Setelah berbulan-bulan protes anti-pemerintah pada 2019, Beijing tahun lalu memberlakukan Undang-Undang Keamanan Nasional di kota semi-otonom yang menurut para kritikus membatasi kebebasan yang dijanjikan kepada bekas jajahan Inggris yang tidak ditemukan di daratan China.

Undang-undang tersebut mengkriminalisasi pemisahan diri, subversi, terorisme, dan kolusi asing untuk campur tangan dalam urusan kota.

Sejak diterapkan pada Juni tahun lalu, lebih dari 100 pendukung pro-demokrasi telah ditangkap di bawah hukum, dan banyak lainnya telah melarikan diri ke luar negeri.