Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Jet Tempur F-35 buatan AS terlihat di ILA Air Show di Berlin, Jerman, 25 April 2018. Foto: Reuters.
Jet Tempur F-35 buatan AS terlihat di ILA Air Show di Berlin, Jerman, 25 April 2018. Foto: Reuters.

Gantikan Tornado, Jerman Rencana Beli 35 Jet Tempur F-35 dari AS

Berita Baru, Berlin – Di tengah perang Ukraina yang semakin memuncak, Jerman berencata akan membeli 35 jet tempur F-35 buatan Amerika Serikat (AS) untuk menggantikan jet tempur Tornado yang sudah tua, kata Menteri Pertahanan Christine Lambrecht pada Senin (14/3).

Jika kesepakatan itu terjadi, maka itu adalah kontrak militer terbesar pertama sejak Kanselir Olaf Scholz menjabat, dimana dulu dijanjikan akan meningkatkan pertahanan militer sebesar 100 miliar euro.

Langkah itu tampaknya menjadi bagian dari pergeseran dalam kebijakan keamanan Jerman, termasuk janjinya mencapai target 2% NATO dalam pengeluaran pertahanan.

Langkah itu juga tampaknya akan menjawab posisi Jerman dalam konflik Ukraina setelah sebelumnya Jerman dikatakan terlalu ‘jinak’ terhadap Rusia, kata laporan Reuters.

“Setelah melihat secara menyeluruh semua opsi yang tersedia, saya memutuskan untuk memulai pembelian pesawat F-35 sebagai pengganti Tornado dalam peran berbagi nuklir,” kata Menteri Pertahanan Christine Lambrecht dalam sebuah pernyataan.

Selama ini, Tornado adalah satu-satunya jet tempur Jerman yang mampu membawa bom nuklir AS, yang disimpan di Jerman, jika terjadi konflik.

Tapi angkatan udara Jerman telah menerbangkan Tornado sejak tahun 1980-an, dan Berlin berencana untuk menghentikannya antara tahun 2025 dan 2030.

Sebagai gantinya, F-35 menawarkan peluang unik untuk bekerja sama dengan sekutu NATO dan mitra Eropa lainnya, kata Lambrecht, merujuk pada fakta bahwa banyak negara lain telah memesan jet siluman yang dibangun oleh Lockheed Martin.

Sebuah sumber pertahanan Jerman mengatakan kepada Reuters pada awal Februari bahwa Jerman cenderung membeli F-35 tetapi keputusan akhir belum diambil.

Jerman juga akan membeli 15 jet Eurofighter yang dilengkapi untuk peperangan elektronik, kemampuan yang belum dikembangkan oleh produsen Prancis-Jerman Airbus (AIR.PA), menurut dokumen rahasia yang dikirim ke anggota parlemen untuk memberi tahu mereka tentang rencana pemerintah.

Pembelian F-35 akan menjadi pukulan bagi Boeing karena jet tempur F-18 yang disukai oleh mantan menteri pertahanan Jerman Annegret Kramp-Karrenbauer gagal digunakan sebagai pengganti.

Keputusan itu juga bisa membuat Prancis kesal. Prancis memantau pertimbangan Jerman atas F-18 atau F-35 yang lebih canggih, karena khawatir kesepakatan dapat melemahkan pengembangan jet tempur gabungan Prancis-Jerman yang seharusnya siap pada tahun 2040-an.

Dalam upaya untuk meredakan kekhawatiran Prancis, Lambrecht menggemakan Scholz dalam menekankan dukungan Jerman yang berkelanjutan untuk program tempur bersama.