Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Gandeng Generasi Muda, Puslatmas PGL Kampanyekan Aksi Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup
Host Beritabaru.co, Nureza Dwi Anggraeni dan Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan Cicilia Sulastri saat gelar wicara BERCERITA, Jumat, 18 Februari 2022.

Gandeng Generasi Muda, Puslatmas PGL Kampanyekan Aksi Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup

Berita Baru, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mulai fokus menggandeng generasi muda untuk mengkampanyekan aksi peduli terhadap lingkungan melalui gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup, khususnya di sekolah.

Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Cicilia Sulastri pada Jumat (18/2) mengatakan bahwa tugas, pokok dan fungsi divisinya lebih memprioritaskan pada generasi muda.

“Kami sering berinteraksi dengan generasi muda, karena memang tugas pokok fungsi kami adalah melakukan pelatihan kepada masyarakat. Tapi prioritas kami sekarang lebih kepada generasi muda, dan juga pengembangan generasi lingkungan,” kata Cicilia.

Dalam menggandeng generasi muda, Cecilia mencoba mengkampanyekan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup, utamanya di sekolah-sekolah.

“Jadi melalui gerakan tersebut, kami melakukan pembinaan, bagaimana menerapkan perilaku ramah lingkungan hidup di dalam proses pembelajaran sekolah, di rumah, dan di daerah setempat,” tuturnya.

Selain aspek lingkungan hidup, supaya dapat menarik generasi muda untuk mau menjadi agen-agen perubahan dan pahlawan lingkungan hidup, juga harus ada prospek atau potensi untuk income atau peningkatan ekonominya.

Dengan demikian, kepedulian terhadap lingkungan akan memberikan kontribusi yang nyata pada masyarakat dalam kehidupan sehari-hari karena banyak potensi yang bisa digali jika lingkungan dan hutan terjaga.

Cecilia mencontohkan bentuk kepedulian generasi muda dapat diaplikasikan dengan mengelola ekowisata dan eduwisata. Aksi tersebut dapat menghasilkan pendapatan sekaligus melindungi hutan dari kerusakan.

“Contoh lain adalah dengan pengelolaan sampah organik, misalnya dengan membuat magot untuk pakan ternak, ternak lele, ikan, unggas, dan itu permintaannya banyak sekali,” ujarnya, menambahkan.

Dalam prospek ke depan, Cecilia mengaku divisinya akan bergerak memberikan apresiasi kepada komunitas-komunitas anak muda yang sudah melakukan gerakan-gerakan di bidang lingkungan hidup.

“Banyak sekali kelompok-kelompok masyarakat yang sudah melakukan gerakan-gerakan pembinaan generasi muda, nah itu akan kami berikan penghargaan. Tak hanya itu, kami juga akan libatkan mereka di berbagai kegiatan kami, dan kami fasilitasi,” katanya.