Film ‘Judas and the Black Messiah’ dan Ketegangan Aktivis Kulit Hitam

-

Berita Baru, Film – Rilis pada 12 Februari lalu di HBO Max, film Judas and the Black Messiah (2021) mengangkat biografi seorang aktivis Black Panther Party di Amerika Serikat, Fred Hampton. Film yang digawangi Sutradara Shaka King dan Penulis King dan Will Berson.

Kisah dalam film ini diangkat dari kisah nyata yang terjadi pada tahun 1960-an. Diceritakan, aktivis kelahiran Maywood, Illinois, yang berideologi sosialisme revolusioner Fred Hampton (Daniel Kaluuya). Pada tahun 1960-an, nama Fred semakin terkenal setelah menjabat sebagai Ketua Black Panther Party di kampung halamannya.

Sejak ituah, Fred memulai perjuangannya kembali dengan menyusun kerja sama dengan organisasi pemuda seperti Young Patriots, Young Lords, dan lain-lain. Langkah selanjutnya yang ia lakukan adalah melawan ketidakadilan yang dialami orang-orang berkulit hitam di Amerika Serikat.

Pada tahun 1967, Fred dan Black Panther Party menjadi sorotan FBI karena Fred dianggap menyebarkan doktrin yang membahayakan bagi keamanan negara. FBI bahkan mengirimkan seorang agen bernama William O’Neal (Lakeith Stanfield) untuk melakukan investigasi dan menyelundup dalam Black Panther untuk menggali informasi tentang Fred dan teman-temannya.

Film ini menjadi pembicaraan hangat di tengah publik karena sensitivitas isu dan konfliknya yang berkelindan dengan fenomena sosial politik di Amerika Serikat. Bisa dibilang, film ini turut menunjukkan bagaimana orang kulit hitam di Amerika Serikat menghadapi berlapis-lapis rintangan sekadar untuk menghidupkan hak-hak asasinya.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments