Berita

 Network

 Partner

Yumi's Cells
Ending drama Yumi’s Cells (Instagram @tvn_drama)

Ending Drama Yumi’s Cells Isyaratkan Tak Semua Kisah Cinta Berakhir Bahagia

Berita Baru, Entertainment – Episode akhir serial drama “Yumi’s Cells” meninggalkan rasa yang ganjil di hati penonton. Kisah cinta kedua tokoh utamanya, Goo Woong (Ahn Bo-hyun) dan Kim Yumi (Kim Go-eun) berakhir kandas. Keduanya sama-sama mengeluarkan ‘kartu pribadi’ mereka.

Mau tahu cerita selengkapnya? Simak rangkuman episode 14 di bawah ini. Ssst, awas spoiler!

Akhir episode Yumi’s Cells

Episode terakhir ini sudah dibuka dengan nuansa muram. Dalam pertemuannya dengan Woong, Yumi mengatakan bahwa mereka membutuhkan waktu untuk memikirkan semuanya dan merefleksikan kembali hubungan mereka setelah momen demi momen telah mereka lewati. Yang terjadi berikutnya lebih mirip semacam ‘break‘ dari hubungan romantis. Mereka tak saling menghubungi, kecuali lewat pesan sederhana untuk menanyakan kabar.

yumi's cells
(Instagram @tvn_drama)

Break itu tak lama, Woong dan Yumi janjian untuk bertemu dan keduanya pun membicarakan nasib hubungan mereka. Sepakat, mereka mengeluarkan kartu yang serupa: putus. Akhir episode “Yumi’s Cells” bahkan sangat sederhana, keduanya digambarkan berpisah setelah keluar dari kafe, dan drama ini pun berakhir.

Berita Terkait :  Ridwan Kamil Carikan Jodoh Atlet PON Jabar

Namun setidaknya, dari episode terakhir ini kita bisa mencatat beberapa kesan mengenai “Yumi’s Cells” dan ending dramanya.

Penyebab putus: beda visi

Pembahasan mengenai pernikahan yang diangkat oleh Yumi rupanya membuat Woong tak nyaman. Saat topik itu mencuat, Woong untuk pertama kalinya merasa bahwa mereka memiliki pemikiran berbeda. Meski nampaknya sederhana, namun putus cinta bisa saja diakibatkan ketidaknyamanan akibat perbedaan visi yang dimiliki kedua orang di dalam hubungan itu. Menurut Woong, hal itu wajar. Bagaimana menurutmu?

Percuma kalau hanya sepihak saja

Yumi sudah menyiapkan ‘kartu’ putusnya, namun ia menyiapkan ‘kartu’ cadangan lain: putuskan sesuai kondisi. Artinya, meski prosentasenya kecil, Yumi masih ingin mempertahankan hubungan itu. Masalahnya, relasi romantis hanya akan terbangun dengan sehat jika kedua pihak yang terlibat di dalamnya memiliki visi dan perasaan serupa. Karena itu, saat Woong mengeluarkan ‘kartu’ Akhir Hubungan, Sel Harga Diri milik Yumi membalas dengan kartu ‘putus.’

yumi's cells
(Instagram @tvn_drama)
Bilang putus itu enggak mudah

Yang perlu dipelajari dari sini, Woong maupun Yumi tidak memutuskan hal ini dalam sekejap. “Yumi’s Cells” menunjukkan adanya proses hingga sampai pada keputusan untuk putus, yang terbangun dari perasaan dan emosi yang akhirnya begitu saja meledak seiring waktu.

Berita Terkait :  5 Underrated K-drama yang Sebenarnya Layak Kamu Tonton

Dan, untuk mengatakan kata ‘putus’ pun butuh keberanian dan kekuatan, bukan? Artinya, putusnya hubungan tumbuh dari kesadaran keduanya, dengan sebab-sebab yang telah tersimpan sebelumnya di dalam sel memori mereka.

Kamu, pemain utamanya!

Ingat kan, di episode terakhir ini Yumi masuk dalam alam mimpinya. Ia hendak memasangkan kertas bertuliskan “Aku ingin bahagia bersama Woong selamanya” di papan buletin. Seketika, muncul Sel Manajer Papan Buletin yang menegurnya untuk tidak memasang kertas itu.

Yumi kemudian berkata, “Kupikir Woong adalah pemeran pria utama dalam hidupku,” kurang lebih demikian. Dengan manis, Sel Manajer itu menjawab, “Tak ada orang yang ditetapkan untuk posisi itu (posisi pemeran utama pria). Hanya ada satu pemeran utama di tempat ini.”

Berita Terkait :  Perjanjian dengan Kakao M Berakhir, Banyak Lagu K-pop Hilang dari Spotify

Artinya, kita tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi pemeran utama dalam hidup ini. Kitalah, yang menjadi tiap-tiap pemeran utama. Sel Manajer itu mengingatkan kita, bahwa hanya dirimulah yang penting dalam ceritamu sendiri. Keberhagaanmu tidak berubah karena kehadiran atau ketidakhadiran orang lain. Kyaaaaa!

yumi's cells
Pisah, deh.. (Instagram @tvn_drama)

Akhir kata, “Yumi’s Cells” berhasil menyajikan cerita hubungan yang indah dan realistis. Kita diajak menilik proses emosi dan keputusan yang seseorang buat melalui sel-sel di dalam otak dan tubuhnya. Apalagi, animasi sel-sel itu menjadi poin tersendiri yang menjadikan drama ini sangat menghibur. Bahkan, ucapan mereka bisa jadi kutipan yang berharga, lho! Seperti yang diucapkan Sel Manajer Papan Buletin tadi.

Bagaimana, puas dengan ending drama ini?