Enam Tahun GTM, Tetap Berkarya di Tengah Pandemi

-

Berita Baru, Tuban – Gerakan Tuban Menulis (GTM) kini menginjak usia ke – 6 di awal 2021. Hari ini, Minggu (24/01), semua anggota GTM memperingatinya. Dalam peringatan tahun ini cukup luar biasa. Tentu dengan ciri khas perjuangan literasinya. Terlihat dari acara yang diusung kali ini, yakni refleksi gerakan literasi di tengah pandemi dan bincang buku “Corona dengan Segala Ceritanya”.

Memang unik teman-teman di GTM ini, saat banyak kalangan tengah kesusahan karena pandemi. Masih sempat-sempatnya untuk berkarya dengan merilis buku tersebut.

Buku berjudul Corona dengan Segala Ceritanya ini merupakan kumpulan tulisan tentang cerita dan keresahan para penulisanya yang dirangkum dalam buku ini. Buku inilah yang menjadi salah satu perekam peristiwa luar biasa yang melanda dunia, virus Covid-19 atau corona.

Dalam perbincangan virtual yang dilaksanakan mulai pukul 13.00 hingga pukul 15.00 cukup gayeng. Meski hanya nampak wajah dan separo badan kadang ada yang hanya nampak foto tak bergerak karena kamera tak dinyalaman. Bincang virtual dengan aplikasi zoom itu mengalir dengan banyak gagasan dan curhatan di tengah pandemi.

Berita Terkait :  Bang Muda Terbitkan Perbup Gerakan Literasi

Acara dimulai dengan pembukaan dengan Sambutan dari Ketua GTM Mutholibin. Dirinya menuturkan, buku ini ditulis oleh 23 penulis. Yang mana penulis ini mengirimkan tulisannya, berdasarkan undangan menulis yang dibuat GTM pada pertengahan 2020 lalu. Dari undangan itu kemudian para penulis luar biasa ini mengirimkan tulisannya.

Berita Terkait :  12 Pasien Positif Covid-19 Raja Ampat Dinyatakan Sembuh

“Secara pribadi dan kelembagaan GTM mengucapkan banyak terimakasih atas keikut sertaannya dari berbagai kota,” ujarnya.

Menurut Bung Bin, sapaan akrabnya, dalam kegiatan menulis ini bertujuan untuk mencatat sejarah kehidupan baru setelah adanya pandemi corona yang sangat luar biasa diawal abad 21.

“Ini biar tidak jadi bahasa-bahasa lisan saja, jadi kita biar bisa memiliki bukti tertulis (buku, Red), sehingga GTM membuat undangan menulis yang akan menjadi bukti sejarah, agar nanti generasi selanjutnya akan tahu bahwa ada wabah yang luar biasa mejangkiti seluruh dunia termasuk Indonesia dan buku ini akan menjadi bukti bahwa virus corona benar-benar ada,” jelasnya.

Berita Terkait :  Kunjungi Warga Miskin, Mas Arief Siap Fasilitasi Pengobatan

Tentu saja dalam buku ini banyak perspektif. Berdasarkan pada para penulisnya, sebab dalam pandemi ini ada dua sudut padanga. Ada yang mengatakan ini pandemi benar ada ada yang mengatakan tidak ada. Tentu itu menjadi masing-masing persepektif berbeda dari setiap penulis yang tertuang.

Setelah sambutan ketua GTM yang luar biasa itu kemudian disambung dengan perbincangan seputar corona. Pertama para penulis buku menjabarkan tentang tulisan mereka. Setelah semua penulis menjabarkan maksut apa yang mereka tulis. Lantas perbincangan undangan yang ikut dalam perbincangan ini. Banyak hal yang disampaikan, tentu ini membuka sudut pandang lain tentang problem selama pandemi ini.

Berita Terkait :  Pemerintah Darul Imarah Salurkan Bantuan untuk Penyandang Distabilitas

Diakhir perbincangan acara ditutup dengan closing statement dari sesepuh dan tokoh masyarakat GTM, Amrullah Ali Mubin atau akrab disapa Bung Aam.

Dosen dari Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung ini mengatakan dengan penuh wibawa, bahwa dengan kondisi saat ini selain pandemi juga pertarungan dunia, bahwa kita tidak boleh berhenti dan stagnan. Bahwa sebagai manusia kita harus bergerak dan harus bangkit meski dimasa yang sulit ini.

Berita Terkait :  Tuban Buka Seleksi CPNS, Ini Syarat dan Ketentuannya

“Yang perlu  dipikirkan apa yang perlu kawan-kawan lakukan, hidup ini harus terus berlanjut gitukan, literasi ini harus terus berlanjut. Bagaimana dengan literasi jalanan? Bagaimana dengan komunitas – komunitas Non APBD seperti ini? Ini yang perlu dipikirkan, apakah perjalanan enam tahun ini harus tutup buku atau berlanjut?,” ujarnya panjang lebar.

Tentu lanjutnya ini harus berlanjut. Kemudian untuk organisasi GTM juga harus ada regenerasi. Yang terpenting sekatang kita harus berlanjut kususnya komunitas literasi.

Selanjut menurut bapak dua anak ini, di tengah pandemi ini kita harus bersiasat. Salah satunya dengan tetap menguri-uri dan menghidupkan apa yang kita punyai saat ini.

Berita Terkait :  Terindikasi Dukung Paslon di Medsos, Bawaslu Gresik Peringatkan Oknum ASN Tak Netral

Begitulah peringatan hari ulang tahun ke enam GTM. Semoga peringatan ini akan terus berlanjut hingga tahun-tahun berikutnya. Salam literasi merdeka!!!

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments