Electronic Arts (EA) Resmi Kembali ke Steam, Ini Ulasan Gamenya

Berita Baru, Jakarta – Pada bulan Juli 2011 lalu, Electronic Arts (EA) membentuk platform digital mereka sendiri yang bernama Origin. Sejak itu lah EA mulai membuat game mereka eksklusif untuk platform digital tersebut, dan tidak lagi merilis game mereka di platform digital lain seperti Steam.

Tapi akhirnya setelah delapan tahun “pisah ranjang”, tanggal 29 Oktober 2019 lalu akhirnya EA mengumumkan kalau mereka resmi kembali bekerja sama dengan Valve dan mulai memasukkan gim mereka ke Steam.

Sebelumnya sudah ada rumor mengenai hal ini sejak munculnya tweet yang dibuat oleh EA di twitter resmi mereka, yang memiliki gambar secangkir gelas dengan logo EA yang berisi air panas yang beruap. Uap ini diterjemahkan oleh warganet menjadi Steam, memberikan kesan bahwa EA dan Steam akan kembali bersatu.

Rumor ini akhirnya dikonfirmasi langsung oleh EA sendiri lewat tweet susulan mereka sekitar jam 9 malam, dengan link menuju berita resmi di website mereka yang menjelaskan kerja sama baru dengan platform digital milik “Lord Gaben” tersebut.

Berita Terkait :  Mengungkap Mitos "Privasi" di Internet

Kembalinya EA ke Steam “dirayakan” dengan gim baru milik Respawn Entertainment, Star Wars Jedi: Fallen Order, yang sudah bisa dipesan langsung lewat pre-order di Steam dengan harga Rp 849.000. gim ini akan rilis di Steam pada hari yang sama dengan di Origin.

Bukan cuma itu saja, EA juga merencanakan untuk melepas gim Origin-exclusive mereka yang lain ke Steam, seperti The Sims 4, Battlefield V, Apex Legends, dan FIFA 20. Di samping itu, layanan EA Access yang ada di Origin juga direncanakan akan tersedia di Steam.

Tentu saja ini kabar yang sangat menggembirakan untuk para gamer yang sebenarnya ingin mencicipi gim populer milik EA tapi merasa terbebani karena perbedaan platform digital yang digunakan, apalagi karena kerja sama ini juga membuat pemain di Origin juga bisa bermain bersama dengan pemain di Steam!

Meskipun begitu, ini sebuah langkah besar oleh EA yang sudah hampir 10 tahun berpegang teguh dengan Origin. Apakah strategi ini bisa menarik lebih banyak lagi pemain untuk gim mereka? Atau justru menjadi bumerang mengingat reputasi EA selama ini yang terlihat kurang bagus di mata gamer?

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan