Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Eksodus ke AS, Kapal yang Ditumpangi 800 Warga Haiti Terdampar di Kuba Tengah

Eksodus ke AS, Kapal yang Ditumpangi 800 Warga Haiti Terdampar di Kuba Tengah

Berita Baru, Internasional – Sebuah kapal yang membawa lebih dari 800 warga Haiti yang diduga berusaha mencapai AS malah mendarat di Kuba tengah. Perjalanan tersebut dilaporkan sebagai fenomena eksodus besar-besaran dari negara Karibia yang dilanda krisis.

Mengutip pejabat Palang Merah di provinsi Villa Clara, surat kabar Partai Komunis Granma mengatakan 842 orang yang berdesakan di kapal telah diberi perawatan medis dan ditempatkan di sebuah perkemahan turis.

Seperti dlansir dari The Guardian, kelompok yang tiba pada hari Selasa di Villa Blanca, sekitar 180 mil sebelah timur Havana, termasuk 70 anak-anak dan 97 wanita, dua di antaranya sedang hamil, lapor penyiar Telecubanacán di Facebook.

Kapal itu ditemukan di dekat Caibarien, tidak jauh dari Cayo Santa Maria, tujuan liburan yang populer dengan deretan hotel resor lengkap. Beberapa hari cuaca badai dan badai petir dilaporkan memaksa kapal menuju Kuba.

Kehancuran ekonomi dan menigkatnya kasus kekerasan terkait geng dan penculikan di Haiti telah mendorong ribuan orang meninggalkan negara itu sejak tahun lalu, dengan pihak berwenang AS mengatakan jumlah yang ditahan di dan sekitar yurisdiksi AS di Karibia telah berlipat ganda.

Sejumlah besar migran Haiti telah dibawa ke laut, berharap untuk mencapai Amerika Serikat.

Perjalanan tersebut banyak menyimpang dari jalur aslinya, di mana kapal tidak dilengkapi dengan sistem pelayaran yang baik sehingga kewalahan oleh cuaca, dan akhirnya mendarat di Bahama, Kuba, atau di tempat lain di Laut Karibia.

Penjaga Pantai AS dan negara-negara lain melaporkan bahwa pihaknya telah mencegat kapal yang membawa lebih dari 100 orang Haiti dalam beberapa bulan terakhir.

Pada hari Selasa, Penjaga Pantai AS mengatakan telah menghentikan sebuah kapal layar kargo yang membawa 153 orang Haiti di dekat Florida Keys.

Awal bulan ini, Penjaga Pantai menyelamatkan 36 orang Haiti dan menemukan 11 lainnya tewas – semuanya wanita – setelah sebuah kapal terbalik di perairan barat laut Puerto Rico. Penyelamatan dilakukan hanya beberapa hari setelah 68 orang lainnya diselamatkan di perairan berbahaya antara Puerto Rico dan Republik Dominika, yang berbagi pulau Hispaniola dengan Haiti.

Pada bulan April, Penjaga Pantai AS melihat lebih dari 130 orang Haiti di atas kapal di dekat Bahama. Sebulan sebelumnya, 140 orang lainnya mendarat di Florida Keys.

Awak Penjaga Pantai AS telah melarang sekitar 4.500 warga Haiti sejak Oktober tahun lalu. Banyak yang mencoba mendarat di Florida Keys dengan kapal yang kelebihan muatan.

Lebih dari 3.000 dari mereka ditemukan sejak pertengahan Maret, menandakan bahwa kecepatan arus migrasi telah meningkat di musim semi.

Sementara itu, pemerintah Kuba melaporkan sekelompok 292 warga Haiti telah mencapai provinsi Ciego de vila pada bulan Februari.

Kuba sendiri sedang kewalahan dengan krisis migrasi di negaranya, hal itu juga diperparah oleh krisis ekonomi dan sosial yang menyebabkan kelangkaan makanan, obat-obatan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Puluhan ribu orang Kuba telah meninggalkan pulau itu dalam beberapa bulan terakhir ke Amerika Serikat.