Ekonom Faisal Basri Ungkap Dampak Wabah Corona Terhadap Ekonomi Indonesia

-

Berita Baru, Jakarta – Semakin mewabahnya virus corona yang sudah menjangkit 17.300 orang serta 362 korban meninggal yang sudah menyebar ke beberapa negara akan berdampak kepada ekonomi Indonesia.

Ekonom Indonesia Faisal Basri memberikan tanggapan mengenai dampak ekonomi yang akan terjadi kepada Indonesia akibat dari virus corona tersebut.

Dalam keterangan tertulisnya, Faisal mengungkapkan bahwa virus corona akan memukul ekonomi dunia lebih keras ketimbang dampak dari virus SARS.

“Fatality rate coronavirus sangat boleh jadi jauh lebih rendah dari wabah SARS, namun karena beberapa faktor, dampak ekonominya bagi perekonomian global lebih parah,” ungkapnya.

Dampak ekonomi yang akan terjadi akibat virus ini dikarenakan saat ini China menjadi sebagai pusat grafitasi perdagangan dunia. Pada tahun 2018 nilai ekspor dan impor China mencapai 4,6 triliun dollas AS.

Berita Terkait :  Tanggapan Messi Mengenai Virus Corona
Berita Terkait :  Pesawat Penjemput WNI di Hubei Akan Terbang Kurang dari 24 Jam

“Lima negara terbesar di dunia memiliki hubungan dagang paling erat dengan China. Amerika Serikat, Jepang, dan India mengimpor barang dari China lebih besar ketimbang dari negara mana pun di dunia. Uni Eropa dan Brazil mengekspor barang paling banyak ke China daripada ke negara-negara lainnya,” kata Ekonom kelahiran Bandung tersebut.

Sebagai negara pemasok komponen dan material terhadap banyak perusahaan dunia, hal ini mengakibatkan gangguan produksi yang cukup lama.

Dampak terhadap ekonomi Indonesia

Faisal mengungkapkan dampak nyata dalam tiga minggu terakhir sudah sangat terlihat. Seperti harga minyak yang merosot tajam, akibatnya terjadi penurunan harga terhadap komoditas ekspor Indonesia sehingga menekan transaksi perdagangan luar negeri.

Berita Terkait :  Update Covid-19 Indonesia: 5.516 Kasus, 548 Sembuh dan 496 Meninggal
Berita Terkait :  Penggunaan Rapid Test Bekas di Kualanamu, Kimia Farma Bakal Beri Sanksi Petugas

Selain itu, dampak dari virus corona ini berakibat terhadap merosotnya pelancong asal China ke Indonesia.

“Bagi Indonesia, pelancong dari China merupakan yang terbanyak kedua setelah Malaysia. Pada tahun 2018, pelancong dari China mencapai 2,1 juta orang atau 13,5 persen dari keseluruhan turis mancanegara yang datang ke Indonesia,” ungkapnya.

Tekanan terhadap perekonomian dunia menurut Faisal terus bertambah berat, hal ini dikarenakan pertumbuhan ekonomi China yang terus mengalami penurunan sejak 2008.

“Tahun ini diperkirakan pertumbuhan ekonomi China memasuki zona lebih rendah baru: lima persenan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Awal Musim Hujan Dimulai Secara Bertahap Akhir Bulan Oktober

TERBARU