Dukung Warga Wadas, Gusdurian: Pembangunan Jangan Korbankan Rakyat Kecil

-

Berita Baru, Jakarta – Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia Alissa Wahid menyatakan sikap untuk mendukung perjuangan warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah untuk menjaga kelestarian alam dan kehidupan.

Alissa meminta pemerintah untuk bertindak adil dan partisipatif dalam menyusun agenda pembangunan. Karena menurutnya, agenda pembangunan jangan sampai mengorbankan rakyat kecil.

“Saya Alissa Wahid dari Jaringan Gusdurian Indonesia, mewakili para Gusdurian dari seluruh penjuru Indonesia, kami menyatakan sikap. Meminta negara untuk bertindak lebih adil, lebih partisipatif dalam menyusun agenda-agenda pembangunan,” kata Alissa, dalam video pernyataan sikap yang disiarkan di Gusdurian TV, Selasa (25/5

Alissa mengatakan pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas telah menuai polemik. Di sana, pemerintah akan menambang batu andesit. Warga pun menolak penambangan itu karena akan berdampak pada perusakan lingkungan.

Berita Terkait :  Tangani COVID-19, RI Pinjam Dana Lagi ke ADB

Akibat penolakan tersebut, kekerasan justru dilakukan oleh aparat negara kepada warga Wadas yang sedang mempertahankan hak hidup dan lingkungannya.

Berita Terkait :  Sri Mulyani: Kalau Bicara tentang Pinjaman Identik dengan Riba

“Jangan sampai kejadian seperti di Wadas ini, terjadi dalam kondisi pembangunan global yang semangatnya no one left behind, tidak ada yang boleh tertinggal. Agenda pembangunan tidak selayaknya mengorbankan rakyat kecil,” tegas Alissa.

Ia yakin terdapat banyak cara dan strategi untuk bisa ditempuh oleh negara atau pemerintah dalam menjalankan agenda pembangunan, tanpa harus mengorbankan rakyat kecil. Alissa menuturkan, pembangunan memang baik tetapi cara dan prosesnya juga harus baik.

“Pasti ada banyak cara, pasti ada banyak strategi, yang bisa kita tempuh untuk bisa menjalankan agenda pembangunan tanpa mengorbankan rakyat. Tujuan pembangunan bisa baik, tetapi cara dan prosesnya juga harus baik,” tuturnya.

Berita Terkait :  China Bantu Evakuasi KRI Nanggala-402
Berita Terkait :  Potret Toleransi, Umat Lintas Agama di Gresik Berbagi Ketupat di Gereja

“Kami bersama warga Desa Wadas yang sedang memperjuangkan nasibnya untuk menjaga kelestarian alam dan menjaga kehidupan mereka dari ekses pembangunan Bendungan Bener yang akan merusak kehidupan mereka,” tegas Alissa.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Gusdurian Dianugerahi Penghargaan 'Revolusi Mental 2019'

TERBARU

Facebook Comments