Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Mangrove
Ilustrasi rehabilitasi mangrove (Foto: Mongabay)

Dukung Target NDC, BRGM Percepat Rehabilitasi Mangrove



Berita Baru, Jakarta – Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) terus mempercepat rehabilitasi mangrove guna mendukung pemerintah dalam upaya mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).

Kepala Kelompok Kerja Hubungan Masyarakat BRGM, Didy Wurjanto mengatakan, percepatan rehabilitasi mangrove itu salah satunya dilakukan di Desa Kurau Barat, Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung.

Bahkan, Didy menyampaikan, target penanaman mangrove seluas 10 hektare itu sudah rampung dilakukan.

Didy Wurjanto menambahkan, dalam kegiatan rehabilitasi mangrove itu, BRGM juga melibatkan masyarakat sehingga bisa meningkatkan perekonomian mereka.

“Kegiatan rehabilitasi mangrove yang dilakukan di Bangka Tengah melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” papar Didy dalam keterangan tertulis, Senin (25/10).

Ia mengemukakan, mayoritas kawasan yang akan direhabilitasi mangrove adalah bekas kegiatan tambang sehingga perlu perlakuan khusus agar mangrove yang ditanam dapat berlangsung tumbuh secara berkelanjutan, lanjutnya.

  Selain meningkatkan perekonomian, Didy juga mengatakan, kegiatan rehabilitasi ini mendukung visi Presiden Joko Widodo yang menargetkan rehabilitasi mangrove di seluruh Indonesia seluas 34.000  hektare.

  “Juga untuk memenuhi komitmen Indonesia dalam Paris Agreement dalam mengatasi perubahan iklim yang terjadi di dunia,” tuturnya.

  Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Gempa 01, Yasir mengatakan terdapat beberapa kendala dalam menyelesaikan penanaman mangrove.

  “Kendala pertama itu adalah jarak, kondisi agak jauh dari tempat kita, sekitar hampir lima kilometer (km), jalanannya juga berlumpur. Selain itu mungkin dari kondisi cuaca, kalau lagi pasang tinggi ya kami berhenti, kalau sedang surut baru kami lanjut jalan,” ujarnya.

  Yasir berharap, rehabilitasi mangrove tak hanya sebatas penanaman tapi dilanjutkan dengan pemeliharaan.

  “Mangrove ini bukan hal mudah yang kalau ditanam itu langsung tumbuh, sehingga harus ada pemeliharaan. Misalnya saja di Bangka Tengah ini kan kerap ada pasang tinggi, diikuti adanya gelombang ombak, jadi kalau tanaman itu tidak dipelihara maka mereka tidak akan kuat atau mati,” paparnya.