Dugaan Kasus Korupsi Camat Duduksampeyan, APD Prihatin

    Korupsi Camat Duduksampeyan
    Brilian, Koordinator APD.

    Berita Baru, Gresik – Dugaan korupsi pemotongan anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2017-2019 yang dilakukan oleh Camat Duduksampean, menuai respon Asosiasi Pemuda Duduksampeyan (APD).

    Ketua APD, Syahrul Berliansyah menyatakan prihatin apabila dugaan korupsi di Kecamatan Duduksampeyan ini benar terjadi.

    “Kami sungguh prihatin atas berita yang beredar di media sosial dan masyarakat atas dugaan kasus pemotongan anggaran APBD tahun 2017, 2018 dan 2019 yang dilakukan camat duduksampeyan,” kata Syahrul kepada Beritabaru.co, Jumat (17/01).

    Menurut Syahrul, beredarnya berita tersebut akan berdampak pada citra dan kredibilitas Duduksampeyan dengan slogannya, Zona Integritas.

    Pria yang akrab dipanggil Berlian ini juga menambahkan: “Kita tahu statement Camat Duduksampeyan pada Deklarasi Zona Integritas, yang menyatakan bahwa ‘korupsi adalah bukan rezeki’.”

    Lanjut Berlian, Kecamatan Duduksampeyan mempunyai visi pelayanan terbaik dan membanggakan. Katanya, Aparatur Sipil Negara (ASN) telah berkomitmen untuk membangun zona integritas wilayah bebas korupsi menuju wilayah birokrasi bersih melayani.

    “Apabila Camat Duduksampeyan terbukti terkait kasus pemotongan anggaran APBD, ini akan bertentangan dengan penyelenggaraan deklarasi oleh pihak Kecamatan Duduksampeyan terkait zona integritas bebas korupsi dan bersih melayani, pada bulan juni tahun 2019 kemarin,” terang Berlian.

    Terkait hal ini, Suropadi (Camat Duduksampeyan) telah mememenuhi panggilan Kejari Gresik atas dugaan pemotongan pengelolahan anggaran tahun 2017, 2018 dan 2019. Pemanggilan pun sudah dua kali dilakukan untuk keperluan keterangan dan data-data penyidikan.

    Berita Terkait :  Bambang Brodjonegoro Resmikan Sekolah Terintegrasi di Nabire

    Untuk diketahui, perkara ini masih dalam tahap penyilidikan oleh Kasi Pidana Khusus (Pidsus). Penyidik masih meminta data-data penunjang dan memanggil beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

    Tinggalkan Balasan