Dua WNI Positif Covid-19, Depok Ramai Dibicarakan Warganet

Covid-19 Indonesia
Calon penumpang kereta api mengenakan masker saat berada di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (31/01). Dalam rangka pencegahan Virus Corona, PT Kereta Api Indonesia (persero) melakukan sosialisasi kepada penumpang dengan membagi-bagikan masker di stasiun Gambir. (merdeka.com/Imam Buhori)

Berita Baru, Jakarta – Presiden Joko Widodo pada hari (02/03/2020) menyebut dua warga negara Indonesia (WNI) positif terpapar virus corona novel (COVID-19). Kabar ini sontak membuat Depok ramai dibicarakan warganet.

Namun, salah satu digital kurator, Wicaksono mengicaukan bahwa para jurnalis harap waspada kalau cari pernyataan tetangga. Lindungi data pasien, lindungi dirimu sendiri jangan sampai tertular di lokasi yang dicari.

“Tiada berita seharga nyawamu. Liputan pasien Covid-19 usahakan jangan sampai memicu kepanikan. Be safe. Para redaktur di media harap hati-hati kalau menugaskan jurnalisnya ke rumah pasien dan lingkungan sekitar. Pertimbangkan risiko tertular,” tulis Wicaksono dalam akun Twitternya @ndorokakung.

Ia juga mengingatkan media tempat jurnalis bekerja, sebaiknya menyediakan peralatan memadai untuk mencegah jurnalisnya tak tertular Covid-19.

“Ngapain berlomba mendapatkan berita eksklusif kalau jurnalisnya malah tertular,” terang Wicaksono.

Berita Terkait :  Serius Tangani Covid-19, Pemkot Bengkulu Sediakan Anggaran Rp204 M

Selain itu, Wicaksono mengingatkan publik sebaiknya mulai menghindari kerumunan atau membuat kerumunan, misalnya unjuk rasa. Pertimbangkan keselamatan diri agar tak tertular Covid-19 dari kerumunan. Begitu merasakan sesuatu, segera periksakan diri.

“Media perlu kreatif merancang strategi pemberitaan pasca terdeteksinya pasien Covid-19 di Indonesia. Pikirkan apa berita yang lebih bermanfaat bagi publik? Apa informasi yang tepat dan membantu publik menghadapi kasus ini?,” ujarnya.

Dalam isu merebaknya wabah virus, lanjut Wicaksono, kita berharap besar pada media yang mengemban amanat undang-undang untuk membuat masyarakat mampu mengambil keputusan yang benar.

Tak hanya itu saja, Wicaksono juga memberikan edukasi media untuk menyebarkan dan memperbanyak informasi sebagai wujud pelayanan publik.

“Dalam situasi genting media sebaiknya menahan keinginan mengejar pageview dan sensasi. Lain kali kan masih bisa. Media diharapkan mendahulukan kepentingan publik di atas kepentingan bisnis,” tutupnya.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan