Berita

 Network

 Partner

Dua Program Penelitian Matahari NASA yang Diumumkan di Penghujung Tahun
Solar Orbiter Mission/NASA

Dua Program Penelitian Matahari NASA yang Diumumkan di Penghujung Tahun

Berita Baru, Inovasi – Badan Antariksa Amerika (NASA) tengah berfokus pada program Artemis Moon, pengujian roket, pelatihan astronot, alokasi anggaran, dan juga proyek luar angkasa lainnya yang tidak kalah menarik tentang matahari.

Dilansir dari Autoevolution, NASA pada minggu terakhir tahun 2020 mengumumkan telah menyetujui dua lagi upaya penelitian serupa untuk dekade ini. Keduanya memiliki nama yang luar biasa.

Bagaimanapun, NASA merupakan pemimpin ambisi eksplorasi ruang angkasa umat manusia dan matahari menjadi salah satu objek yang menarik perhatian NASA beberapa tahun terakhir ini.

Pada tahun 2018 diketahui sebuah pesawat luar angkasa ambisius dikirim menuju pusat tata surya kita untuk mengumpulkan berbagai pengetahun baru terkait matahari. Parker Solar Probe, yang saat ini mengelilingi Matahari mengatakan pihaknya mengumpulkan informasi berharga langsung dari korona matahari.

Berita Terkait :  Kurangnya Paparan Sinar Matahari dapat Melemahkan Otot

Namun upaya pendekatan terhadap matahari tentunya tidak akan berhenti disana.

Yang pertama disebut Extreme Ultraviolet High-Throughput Spectroscopic Telescope (EUVST) Epsilon. Jangan khawatir, dalam versi singkatnya proyek ini disebut: Solar-C EUVST. Ditangani oleh Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA), projek ini adalah berupa teleskop surya yang akan diluncurkan pada tahun 2026 untuk mempelajari bagaimana atmosfer matahari melepaskan angin matahari dan mendorong letusan material surya.

Yang kedua disebut Electrojet Zeeman Imaging Explorer, atau disingkat EZIE, dan ini adalah satelit yang akan diluncurkan pada tahun 2024 untuk mempelajari arus listrik di atmosfer bumi yang menghubungkan aurora dengan magnetosfer Bumi. Kelihatannya hal tersebut juga berkaitan dengan bagian dari sistem cuaca antariksa yang mencakup Matahari.

Berita Terkait :  Lintasi Laut China Selatan, China Sebut Tindakan Inggris Provokatif

“Kami sangat senang menambahkan misi baru ini ke armada satelit yang sedang berkembang yang mempelajari sistem Matahari-Bumi kami menggunakan serangkaian alat pengamatan yang luar biasa,” kata Thomas Zurbuchen, administrator asosiasi ilmu pengetahuan di Markas NASA, Washington, dikutip dari Autoevolution, Jumat (1/1/21).

“Selain antusiasme saya dalam memilih observatorium multi-titik perintis yang berfokus pada elektrojets aurora, saya sangat bersemangat untuk menindaklanjuti keberhasilan misi ilmu surya Yohkoh dan Hinode dengan kolaborasi internasional lainnya dengan JAXA dan mitra Eropa lainnya di EUVST. ”