Berita

 Network

 Partner

Dua Kali Menang, Persib Tetap Harus Introspeksi
Foto: Detik Sport

Dua Kali Menang, Persib Tetap Harus Introspeksi

Berita Baru, Sepakbola – Persib Bandung mampu meraih kemenangan kedua di BRI Liga 1 2021/2022 atas Perista Tangerang, di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (11/9), Meski menang, Robert Rene Alberts mengaku bahwa timnya masih memiliki problem yang harus dibenahi.

Sebagaimana diketahui, Persib Bandung menang atas Persita dengan skor 2-1, Mohammed Rashid mempersembahkan semua gol kemenangan Maung Bandung. Meski memang, Persita mampu memberikan perlawanan yang cukup ketat bagi tim kebanggaan warga Jawa Barat tersebut.

“Pertandingan yang sepertinya sudah bisa diperkirakan dan diprediksi oleh kami. Pertandingan sangat menarik terutama karena karakteristik dari Persita yang selalu melakukan serangan balik cepat,” kata Robert, dikutip dari laman resmi Persib, Minggu (12/9).

Berita Terkait :  Yanto Basna Bicara Peluang Main di Persib Lagi

“Kami juga bisa mengantisipasi  serangan yang mereka bangun. Kami sudah mulai tajam, tapi sekali lagi kami masih memberikan sedikit peluang bagi Persita,” tambah pelatih asal Belanda itu.

Di tempat lain, meski timnya kalah dari Persib, pelatih Persita, Widodo Cahyono Putro tidak merasa kecewa. Sebab, menurut dia, Laskar Cisadane sudah sanggup memberikan perlawanan terbaik kepada Marc Klok dan kolega.

“Kami selaku pelatih mengevaluasi pemain ke depannya kita terus untuk berbenah. Kami yakin pemain akan menampilkan permainan yang terbaik lagi di pertandingan berikutnya,” ucap Widodo.

Namun, Widodo juga menyoroti berbagai inkonsistensi yang dibuat Persita. Beberapa punggawa mereka kerap melakukan kesalahan yang seharusnya bisa diminimalisir atau tak perlu terjadi.

Berita Terkait :  Efek Pandemi, BWF Batalkan Korea Open 2021

“Kalau menurut saya tentunya pemain sudah ada kemajuan untuk dari babak pertama. Mereka tidak bisa keluar dari tekanan di babak pertama. Babak kedua pelan-pelan ada beberapa,” ujarnya.

“Seharusnya konsisten, begitu bisa memainkan build-up dari bawah dan itu bisa keluar dari tekanan, itu yang perlu kita latih terus karena ini tidak konsisten. Di babak kedua kita baru berani keluar dan bisa memainkan bola dari kaki ke kaki,” pungkasnya.