DPRD Tuban Tinjau Penerapan AKB Obyek Wisata Makam Religi di Gresik

-

Berita Baru, Gresik – Rombongan Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban melakukan kunjungan ke makam religi Sunan Maulana Malik Ibrahim Gresik. Tujuannya, adalah untuk melihat tata kelola penerapan Alat Kelengkapan Baru (AKB) di tempat wisata sesuai dengan protokol kesehatan.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Tuban, Tri Astuti mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah jajaran anggota Komisi IV ke obyek wisata religi makam Sunan Maulana Malik Ibrahim adalah untuk mengetahui tata kelola wisata di tengah pandemi Covid-19.

“Di Tuban juga ada makam Sunan Bonang, nantinya kita bisa urun rembuk untuk menata pengelolaan AKB di sektor wisata religi di masa pandemi. Dan kami rasa ini perlu karena pandemi belum selesai. Agar semua bisa berjalan lancar dan aman,” kata Asruti, Jumat (22/1).

Dikatakan, tata kelola wisata religi Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di masa pandemi dan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Jawa – Bali sudah sesuai dengan yang dianjurkan pemerintah.

“Seperti penyediaan fasilitas protokol kesehatan, pembatasan pengunjung, pengunjung wajib memakai masker, dan saat berdoa, pengunjung juga wajib menjaga jarak dengan pantauan langsung dari pihak pengelola,” terang Astuti.

Politisi partai Gerindra itu juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada pihak pengelola wisata religi Sunan Maulana Malik Ibrahim yang telah bersedia menerima kunjungannya, serta atas masukan dan bertukar pikiran terkait tata kelola wisata di masa pandemi dan PPKM tersebut.

“Apa yang telah kami dapatkan hari ini semoga nanti bisa bermanfaat untuk masyarakat Tuban, terutama bagi pengelola wisata di Tuban. Dan semoga kondisi bisa segera pulih. Tetap patuhi protokol kesehatan covid-19 sesuai amjuran pemerintah,” pungkas Astuti.

Dalam kunjungan itu, Tri Astutik Gerindra didampingi Syaifulloh Ponco Eko, Rofi’udin dan sejumlah staff lainnya. Di makam Sunan Maulana Malik Ibrahim, rombongan wakil rakyat Tuban tersebut didampingi salah satu staf pengelola makam, Abdul Wahab.

“Di masa PPKM ini, kami telah mematuhi aturan yang telah dikeluarkan Pemkab Gresik yaitu dengan memberlakukan jam malam bagi pengunjung. Kami buka pagi pukul 05.00 Wib dan tutup pukul 20.00 Wib,” ungkap Wahab.

Wahab menegaskan, dalam pelaksanaan penanganan pengunjung di masa pandemi, pihaknya melengkapi seluruh fasilitas sesuai standarisasi protokol kesehatan covid-19.

“Fasilitas cuci tangan, wajib pakai masker, cek suhu tubuh, tanda jaga jarak,” ucapnya.

Masa PPKM ini, kata Wahab, jumlah pengunjung berkurang drastis, hal ini sebagai bukti ketaatan masyarakat terhadap aturan pemerintah terkait pembatasan pengunjung.

“Bila hari biasa sebelum pandemi pengunjung bisa mencapai 1.500 orang, sekarang di masa pandemi pengunjung hanya 200 sampai 350 orang saja,” tutup Wahab.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments