DPR RI Minta Pemerintah Kerahkan Sumberdaya Penuhi Kebutuhan Energi Korban Banjir NTT

Komite BPH Migas
Anggota Komisi VII DPR RI, Ratna Juwita Sari.

Berita Baru, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan kejadian bencana banjir bandang di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) terjadi sejak Minggu (4/4) dini hari.

Sebelumnya Wakil Gubernur NTT Joseph Nae Soi menerangkan bahwa hampir seluruh daerah terdampak banjir dan longsor akibat topan Siklon Seroja.

“Dampak dari siklon tropis Seroja ini sangat besar sekali, karena hampir seluruh kebupaten yang ada di NTT ini terdampak,” terang Joseph dalam sebuah konferensi pers daring pada Senin (5/4) lalu.

Namun Joseph menegaskan bahwa yang paling terdampak adalah 8 daerah yaitu Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Kupang, Alor, Malaka, dan Sabu Raijua.

Berdasarkan keterangan pers Kepala BNPB Doni Monardo pada Selasa (7/4) malam, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan mencapai 138 orang, dan 60 orang lainnya masih dalam pencarian.

Jumlah korban meninggal dan hilang tersebut tersebar di 8 daerah yaitu Flores Timur (Flotim) 67 meninggal dan 6hilang, Alor 25 meninggal dan 20 hilang, Malaka 4 meninggal, Kupang 5 meninggal, Lembata 32 meninggal dan 35 hilang, Sabu Raijua 2 meninggal, Ende 1 meninggal, Ngada 1 meninggal, dan Kota Kupang 1 meninggal.

Menyikapi kejadian bencana tersebut, anggota DPR RI dari Fraksi PKB Ratna Juwita Sari mengaku sangat prihatin dan bersimpati dengan para korban dan keluarganya.

Lebih lanjut politisi perempuan muda PKB tersebut meminta kepada pemerintah, lembaga terkait, dan BUMN untuk melipat gandakan sumber daya dalam rangka menangani para korban.

Secara khusus Ratna berharap agar pemenuhan energi listrik yang telah berhari-hari putus dapat segera disediakan kembali.

“Saya mengapresiasi kerja keras pemerintah pusat, pemda, BNPB, BPBD dan PLN dalam menangani bencana ini. Tetapi saya sangat berharap agar pemenuhan energi listrik segera terpenuhi kembali,” tutur Ratna.

Menurut Ratna, ketersediaan listrik sangat penting dan dibutuhkan oleh warga korban banjir di NTT, yaitu untuk mendukung kebutuhan hidup sehari-hari.

“Jika listrik kembali tersedia, warga akan lebih tenang dan bisa lebih waspada untuk mengantisipasi resiko berikutnya. Negara harus tetap hadir untuk warga NTT, apalagi warga yang terdampak bencana,” pungkasnya.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini