Berita

 Network

 Partner

Diplomasi Kopi Bikin Lengket Persahabatan Indonesia-Mesir

Diplomasi Kopi Bikin Lengket Persahabatan Indonesia-Mesir

Berita Baru, Jakarta – Kedekatan dan persahabatan Indonesia dan Mesir, yang terpisah jarak yang cukup jauh, ternyata mampu direkatkan oleh kopi.

”Indonesia bahkan bisa mendapatkan manfaat dari kerja sama yang telah ada dengan Mesir,” kata Duta Besar RI untuk Mesir, Lutfi Abdul Rauf dalam keterangan resminya, Minggu (5/9).

Pernyataan ini disampaikan Dubes Lutfi Rauf pada acara webinar yang diselenggarakan Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI), Sabtu (4/9).

Dia menjelaskan besaran perdagangan kopi antara Indonesia dengan Mesir. Berdasarkan catatan KBRI Kairo, total ekspor produk kopi Indonesia ke Mesir pada 2020 mencapai Rp 785 miliar.
Pada periode Januari hingga Mei 2021, ekspor tersebut meningkat 38,68 persen dibanding periode yang sama pada tahun lalu.

“Hal itu menunjukkan permintaan produk kopi Indonesia di Mesir masih tinggi. Padahal, menurut keterangan WHO, Mesir masih tengah dihantam gelombang Covid-19,” ujar Dubes Lutfi Rauf.

”Mesir adalah mitra negara yang strategis dan dinamis,” lanjutnya.

Negeri Piramida ini memiliki perjanjian perdagangan bebas dengan Uni Eropa (EU-Egypt Partnership Agreement, European Free Trade Association-EFTA, negara-negara Arab (Greater Arab Free Trade-GAFTA), African Continental Free Trade Area ACFTA.

Berita Terkait :  BNI Kucurkan Pinjaman Rp750 Miliar Pada Angkasa Pura II

Sementara itu, Atase Perdagangan Kairo Irman Adi Purwanto Moefthi menambahkan  ekspor kopi robusta masih berjalan walaupun restoran, hotel, dan kedai kopi di Mesir harus tutup karena Covid-19.

Penutupan tempat umum ini membuat para pedagang dan distributor kopi harus beralih menjual produk kopi secara daring, atau melalui sistem pesan antar ke rumah.

Saat ini, Mesir masih menerapkan beberapa hambatan non-tarif. Itu masih ditambah dengan prosedur pabean yang dirasakan memberatkan. Seperti bea cukai tinggi, pajak pertambahan nilai dan kontainer. Namun, khusus untuk biji kopi (green beans) tidak dikenakan pajak.

“Kita tetap optimis, para eksportir kopi Indonesia masih tetap dapat mengekspor produknya ke Mesir,” tutur Irman.

Ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) I Ketut Putrayasa menyambut baik cerita sukses kopi Indonesia di Mesir.

Berita Terkait :  Panglima TNI-Kapolri Tinjau Pelaksanaan PPKM Mikro di Yogyakarta

Potensi pasar di Mesir masih sangat besar sekali termasuk kopi. Pangsa Indonesia masih bisa ditingkatkan.

Oleh karena itu, Ketut Putrayasa mengharapkan ASKI dapat ikut serta dalam berbagai promosi kopi di Timur Tengah.

Sementara itu Octaviani Baby Rombe, Direktur Utama Kopi Ketjil mengharapkan upaya KBRI Kairo dapat memfasilitasi partisipasi ASKI acara-acara  yang selama ini selalu dihadiri Indonesia.

Hal ini dapat membantu dan membuka pasar dari kelompok petani yang tergabung dalam ASKI.

Sebagai catatan, saat ini ASKI sedang melakukan kurasi kopi terhadap 30-40 produk-produk Indonesia. Semua produk itu akan dibawa dalam pertemuan Inamart di Dubai, yang mungkin bisa dilanjutkan ke Kairo.

Kemungkinan joint ventures antara pengusaha Indonesia dengan pengusaha kopi Mesir, juga terus ditinjau.

Atase Perdagangan Kairo Irman menjawab bahwa KBRI akan membantu partisipasi Indonesia yang akan mengikuti acara yang diselenggarakan para pengusaha Mesir, antara lain ”Food Africa Expo”.

”Mengenai joint venture perlu dibicarakan secara spesifik hal-hal yang menjadi poin-poin pembicaraan. Biasanya memang dimulai dari pengiriman sampel kopi kepada pengusaha importir Mesir,” tutur Irman.

Berita Terkait :  Hadiri Webinar PMKRI, Sekjen Kominfo Dorong Pemuda Jadi Konten Kreator Positif

Tim Diplomasi Kopi Kemlu Bagas Hapsoro menghargai upaya KBRI Kairo terkait peningkatan ekspor ke negeri Piramida ini.

Menurutnya, perkembangan impresif tentang ekspor kopi di Mesir ini layak ditularkan di negara-negara lain.

Dari semua kegiatan itu, menurut Bagas KBRI Kairo telah berhasil melakukannya dengan baik. Hal-hal tersebut masih ditambah dengan langkah-langkah inovatif.

”Inovasi diplomasi kopi dengan pendekatan budaya dan kontak people-to-people,” kata Bagas.

Hal ini terkait dengan peresmian 5 kedai kopi Villa Sumatra di berbagai wilayah Mesir. ”Milenial sangat menyukai tempat ini,” sambungnya.

Indonesia dan Mesir tidak saja memiliki hubungan sangat baik, tetapi juga kerja sama yang saling menguntungkan.

Kopi Indonesia benar-benar disambut dan mendapat tempat di hati orang Mesir. Cerita sukses ini tentu membawa dampak positif bagi industri kopi, dan kesejahteraan petani kopi Indonesia.