Berita

 Network

 Partner

Dilindungi Ormas, Eksekusi Aset PT. Tjitajam Hampir Ricuh

Dilindungi Ormas, Eksekusi Aset PT. Tjitajam Hampir Ricuh

Berita Baru, Bogor – Proses eksekusi pengosongan dan penyerahan aset milik PT Tjitajam di Desa Ragajaya, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor hampir berjalan dengan ricuh, Rabu (15/09/21).Pasalnya, tidak ada aparat kepolisian maupun pihak keamanan terkait dilokasi tersebut.

Terlebih, sejumlah anggota ormas tampak hadir memberikan dukungan terhadap PT. Green Construction City atau Ahmad Hidayat Assegaf yakni pihak yang selama ini mengklaim lahan dan aset milik PT. Tjitajam tersebut.

“Tadi pelaksanaanyanya oleh pihak pengadilan tanpa dihadiri oleh pihak kepolisian, atau pihak-pihak keamanan terkait. Namun, dengan semangat menegakan hukum dengan sebenar-benarnya dari praktek-praktek pembajakan PT. Tjitajam,” kata Ketua tim kuasa hukum PT. Tjitajam, Reynold Thonak. 

Meski demikian, Reynold mengapresiasi, jajaran Pengadilan Negeri Kelas I Cibinong yang tetap melakukan eksekusi terhadap lahan atau aset milik PT. Tjitajam itu.

Berita Terkait :  Kurangi Vaksinasi Seremoni

“Kami mengapresiasi ketua dan panitera Pengadilan Negeri Cibinong karena konsisten dalam  melaksanakan putusan Pengadilan Negeri Cibinong, Pengadilan Tinggi Bandung dan Mahkamah Agung Republik Indonesia nomor 2682 K/Pdt/2019 tertanggal 4 Oktober 2019 yang telah berkekuatan hukum tetap (Inkracht Van Gewijsde),” jelasnya.

Dia menyebutkan, lokasi tersebut merupakan salah satu dari beberapa aset milik PT. Tjitajam yang telah dilakukan pembajakan selama puluhan tahun lamanya.

Aset tersebut, kata Reynold, sebagian besar terletak di Kabupaten Bogor dan titik lainnya terletak diwilayah Cipayung, Kota Depok.

“Dimana kalo kita jumlahkan jumlahnya kurang lebih 155 hektar yang terbentang dari Kabupaten Bogor dan satu nya masuk ke Cipayung jaya, Depok,” terangnya, dalam konfrensi pers di Warung Kabayan, Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor.

Berita Terkait :  Ratna Juwita Sari Himbau Warga Sikka Tidak Khawatir Vaksinasi Covid-19

Lebih dalam, dia mengungkapkan, PT. Tjitajam telah mengantongi 8 putusan pengadilan yang sudah berkuatan hukum tetap.

“Ada 8 putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap, termaksud bidang tanah yang tadi saya sebutkan diatas adalah sertifkat 1800 dan 1801 yang dibangun Perumahan oleh Kontraktor yang namanya PT. Green Construction City dengan Direktur nya Habib Ahmad Hidayat Assegaf,” ungkap Reynold.

Lanjut Reynold, diatas bidang tanah tersebut telah dibangun 3.000 unit rumah dalam Perumahan Green Citayam City yang dikelola PT. Green Construction City.

Parahnya, beber dia, Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Margonda Depok telah menggelontorkan dana kredit untuk pembangunan tersebut. Padahal, jelas Reynold, lahan yang digunakan PT. Green Construction City itu tengah bersengketa.

Berita Terkait :  Kabar Penutupan Pasar Induk Jakabaring Hanya Hoaks

“Dimana diatas tanah tersebut telah dibangun 3.000 unit rumah (Perumahan Green Citayam City) yang bekerjasama dengan Bank BTN Cabang Margonda Depok yang dimana objek itu secara nyata sedang dalam perkara, tetapi dibiayai kredit oleh Bank BTN Cabang Margonda Depok,” beber dia.

Untuk itu, Reynold mengharapkan, agar seluruh lapisan aparat penegak hukum di Indonesia dapat bersungguh-sungguh dalam menegakan hukum di Negeri ini.

Tambah dia, mengingat hal serupa kerap terjadi dengan adanya oknum penegak hukum yang bermain mata dengan mafia tanah.

“Kami berharap agar aparat penegak hukum di Indonesia termaksud Kementerian, Kepolisian, Kejaksaan dan Pengadilan Agung agar sungguh-sungguh dalam menangani kasus serupa, karena hal ini sering terjadi,” pungkas Reynold.