Didesak Venezuela, Perancis Membantah Juan Guaido Berada di Kedubesnya

Juan Guaido
(Foto: P Photo / Fernando Llano)

Berita Baru, Internasional – Pada hari Jumat (5/6), Perancis membantah tuduhan yang diberikan oleh Menteri Luar Negeri Venezuela bahwa Juan Guaido berada di Kedutaan Besar Perancis di Caracas.

Tuduhan berawal dari serangkaian dugaan dari Presiden Maduro pada Selasa (2/6) bahwa pemimpin oposisi pemerintahannya kini sedang bersembunyi di tempat diplomatik. Presiden Maduro juga menyebut Juan Guaido sebagai ‘buron keadilan’ yang sedang berusaha mencari suaka.

Lalu pada pada hari Kamis (4/6), Menteri Luar Negeri Venezuale Jorge Arreaza mengkonfirmasi dugaan Presiden Maduro bahwa Juan Guaido berada di kedutaaan besar Perancis di Caracas dan pemerintah Venezuela sedang menunggu ekstradisi Guaido.

Arreaza mengatakan bahwa pemerintah Venezuela tidak ingin menangkap Guaido dengan paksa.

“Kami tidak dapat memasuki tempat kedutaan negara manapun, dalam hal ini Spanyol atau Perancis … Kami berharap pemerintah-pemerintah (Spanyol dan Perancis) ini akan mematuhi hukum negara tuan rumah, dalam hal ini Venezuela, dan akan membawa para buron pengadilan ke tangan Otoritas Venezuela,” ujar Arreaza, dikutip dari Sputnik.

Arreaza meminta agar Perancis menyerahkan Guaido karena Juan Guido adalah orang yang terlibat langsung dalam Operasi Gideon dan beberapa operasi lain yang bertujuan untuk melakukan kudeta, termasuk upaya pembunuhan Presiden Maduro melalui jalur laut beberapa waktu lalu.

Berita Terkait :  Iran Sempat Menarget Kapal Dagang AS yang Lewat di Teluk Persia dan Teluk Oman

Selain menuduh Perancis menyembunyikan Juan Guaido, Arreaza juga menyebut bahwa Spanyol juga tengah melindungi Leopoldo Lopez selama lebih dari setahun.

Lopez adalah salah satu tokoh penting yang menemani usaha Juan Guaido menjatuhkan pemerintahan Presiden Maduro. Lopez juga dianggap sebagai salah dalang di balik serangan Operasi Gideon.

Selain itu, Arreaza juga menyebut Lopez terus berpartisipasi dalam konspirasi melawan pemerintah.

“Situasi ini merupakan situasi yang sangat tidak biasa … itu memalukan bagi diplomasi Spanyol, itu memalukan bagi diplomasi Prancis tentang apa yang telah terjadi dan itu akan memakan banyak korban, segera,” imbuh Arreaza.

Presiden Maduro
Presiden Venezuela Nicolas Maduro berbicara selama pertemuan konferensi video dengan anggota kabinetnya, di Istana Presiden Miraflores di Caracas, pada 1 Juni 2020. © AFP 2020 / VENEZUELAN PRESIDENCY

Perancis dan Spanyol sendiri merupakan salah satu negara yang mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela. Setidaknya, ada 50 lebih negara mengakui Juan Guaido sebagai presiden sementara Venezuela.

Invasi Laut digagalkan

Pada tanggal 3 Mei, Venezuela kembali gagalkan kudeta tentara bayaran Kolombia. Kudeta itu dilakukan oleh puluhan pria bersenjata dengan kapal berkecepatan tinggi di daerah La Guaira. Kudeta itu mempunyai nama sandi Operasi Gideon.

Berita Terkait :  Venezuela Kembali Gagalkan Kudeta Tentara Bayaran Kolombia
Kontraktor Keamanan Jordan Goudreau dan pensiunan perwira Venezuela Javier Nieto berpidato di hadapan dunia setelah invasi tentara bayaran Rusia yang gagal pada hari Minggu. © FOTO: YOUTUBE / NOTICIERODIGITALCOM

Kontraktor keamanan Jordan Goudreau dan pensiunan perwira Venezuela Javier Nieto berbicara kepada dunia setelah menggagalkan invasi tentara bayaran di Venezuela pada hari Minggu (3/5).

Setelah kegagalan Operasi Gideon, dilaporkan ada 8 tentara bayaran yang tewas dan setidaknya 48 tentara bayaran lainnya ditangkap.

Selain itu, Kantor Kejaksaan Agung Venezuela mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk CEO Silvercorp USA Jordan Goudreau dan 21 orang lainnya. Silvercorp adalah sebuah perusahaan militer swasta AS. Silvercorp dianggap mempunyai peran penting dalam Operasi Gideon.

Luke Denman, salah satu tetntara bayaran yang ditahan dan diinterogasi mengatakan bahwa ia mempunyai kewarganegaraan AS. Luke Denman juga mengaku bahwa ia adalah seorang karyawan dari Silvercorp USA. Sewaktu diinterogasi, ia juga mengaku bahwa para tentara bayaran itu mempunyai tugas untuk merebut bandara Caracas dan mengendalikannya sampai Presiden Maduro diterbangkan ke Amerika Serikat.

Akan tetapi, AS dan Kolombia membantah keterlibatan mereka dalam Operasi Gideon.

Suasana politik internal Venezuela memanas sejak awal 2019, tak lama setelah Nicolas Maduro dilantik sebagai Presiden setelah pemilihan ulang pada 2018.

Berita Terkait :  Presiden Maduro: Saya Wajib Mengunjungi Iran secara Pribadi untuk Berterima Kasih
Juan Guaido, presiden Majelis Nasional, menunjukkan bekas luka di pergelangan tangannya yang katanya berasal dari borgol, bersama para pendukungnya pada rapat umum di Caraballeda, Venezuela, Minggu, 13 Januari 2019. Istri Guaido, Fabiana Rosales, berdiri di sebelahnya, membenarkan. (Foto AP / Fernando Llano)

Majelis Nasional menyatakan Juan Guaido sebagai kepala negara sementara. Negara-negara Barat serta dipimpin oleh AS mengumumkan bahwa mereka mengakui Juan Guaido sebagai presiden Venezuela. AS bahkan mengatakan bahwa Washington akan memberikan hadiah kepada siapapun yang berhasil membawa Presiden Maduro ke AS untuk diadili.

Sementara Presiden Maduro menyebut bahwa Juan Guaido hanyak boneka AS.

Beberapa negara juga mengakui Presiden Maduro sebagai presiden yang sah di Venezuela, termasuk Rusia, Cina, Turki, dan beberapa negara lain.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan