Dianggap Dukung OPM, Frans Dipulangkan UNNES

-

Berita Baru, Jakarta – Universitas Negeri Semarang (UNNES) kembali bertindak tegas terhadap mahasiswanya. Kali ini, Frans Napitu diberhentikan sementara dan dipulangkan ke orang tua untuk mendapatkan pembinaan moral dan karakter.

Hal tersebut, terpaksa dilakukan Dekan Fakultas Hukum UNNES agar tetap menjaga nama baik kampus sebagai zona merah kebebasan akademik.

Frans mendapatkan sanksi itu terkait pelaporan dirinya atas dugaan korupsi rektor UNNES ke KPK beberapa waktu silam.

Melalui unggahan Twitter @lokataru_id, hak dan kewajiban Frans sebagai mahasiswa UNNES akan ditangguhkan selama enam bulan ke depan. Setelah itu, akan dilakukan evaluasi.

“Berdasarkan surat keputusan dekan, hak dan kewajiban Frans sebagai mahasiswa UNNES ditangguhkan untuk enam bulan ke depan. Setelah enam bulan, status Frans akan kembali dievaluasi,” tulis @lokataru_id, Selasa (17/11).

Selain postingan itu, @lokataru_id menerangkan bahwa Frans kerap menyuarakan isu Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua. Hal tersebut sekaligus menganggap Frans mendukung Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Selain itu, tindakan Frans yang getol menyuarakan isu hak asasi manusia di Papua dianggap sebagai bentuk dukungan terhadap Organisasi Papua Merdeka. Tindakan dekan UNNES tersebut kembali memperpanjang daftar pelanggaran kebebasan akademik di Indonesia,” kicau @lokataru_id.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments