Berita

 Network

 Partner

Dianggap Bias, Pimpinan Hizbullah Lebanon Meminta Penyelidik Utama Ledakan Beirut Diganti
(Foto: REUTERS/Mohamed Azakir)

Dianggap Bias, Pimpinan Hizbullah Lebanon Meminta Penyelidik Utama Ledakan Beirut Diganti

Berita Baru, Internasional – Pada Senin (11/10), pimpinan Hizbullah Lebanon, Sayyid Hassan Nasrallah, meminta penggantian penyelidik utama ledakan pelabuhan Beirut, dengan mengatakan bahwa penyelidik saat ini bias dan telah dipolitisasi.

“Penargetannya jelas, Anda memilih pejabat tertentu dan orang-orang tertentu. Biasnya jelas,” katanya seperti yang disiarkan televisi, seraya menambahkan bahwa Hakim Tarek Bitar tidak akan pernah mencapai kebenaran jika dia melanjutkan penyelidikan.

Seperti dilansir dari Reuters, Nasrallah secara terbuka meminta penggantian Bitar, dengan mengatakan dia menginginkan hakim yang “transparan.”

Investigasi terhadap ledakan Beirut 4 Agustus 2020, merupakan salah satu ledakan non-nuklir terbesar dalam sejarah. Insiden tersebut telah memicu berbagai rekasi termasuk kampanye melawan Bitar dan penolakan dari faksi-faksi kuat Lebanon.

Berita Terkait :  Menjelaskan Sudut Pandang Depresi Melalui Ilusi Optik

Ledakan tersebut menewaskan lebih dari 200 orang, melukai ribuan lainnya dan menghancurkan sebagian besar ibu kota, tetapi tidak ada pejabat tinggi yang dimintai pertanggungjawaban.

Wafik Safa, seorang pejabat senior di Hizbullah yang didukung Iran, memperingatkan Bitar bulan lalu bahwa Hizbullah akan mengeluarkannya dari penyelidikan, menurut seorang jurnalis dan sumber peradilan. Menteri kehakiman kemudian menindaklanjuti peringatan tersebut.

Hizbullah merupakan salah satu pemain politik paling kuat di Lebanon dalam beberapa tahun terakhir.

Upaya Bitar untuk menanyai mantan pejabat dan pejabat negara saat ini, termasuk perdana menteri, mantan menteri dan pejabat keamanan senior atas kecurigaan kelalaian yang menyebabkan ledakan telah berulang kali dihalangi.

Berita Terkait :  Update Covid-19 Dunia: 4,5 Juta Terinfeksi, 1,7 Juta Sembuh

Bitar telah menjadwalkan sesi investigasi untuk mantan Menteri Keuangan Ali Hassan Khalil dan mantan Menteri Pekerjaan Umum Ghazi Zeiter minggu ini, keduanya sekutu Hizbullah.

Sementara Bitar telah berusaha menanyai beberapa politisi yang bersekutu dengan kelompok tersebut, dia tidak berusaha untuk menanyai anggota Hizbullah itu sendiri.

Bitar adalah hakim kedua yang penyelidikannya telah dihalangi oleh faksi-faksi kuat di Lebanon, di mana kurangnya akuntabilitas tingkat tinggi disalahkan atas korupsi sistemik, kemacetan pemerintahan, dan kehancuran ekonomi.

Pendahulunya, Fadi Sawan, disingkirkan pada Februari oleh pengadilan Libanon setelah pengaduan diajukan terhadapnya oleh mantan pejabat yang dituduh lalai.