Berita

 Network

 Partner

Dialog Toleransi Pegiat Komunitas Perdamaian di Kota Malang

Dialog Toleransi Pegiat Komunitas Perdamaian di Kota Malang

Malang, menjadi kota yang memiliki lingkungan kondusif yang sejak dulu telah menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi keberagaman suku, ras maupun agama, sehingga menjadi salah satu barometer toleransi nasional.

Namun, tindakan diskrimatif masih banyak terjadi di beberapa daerah bahkan di berbagai belahan dunia lain yang diakibatkan oleh perbedaan sudut pandang keyakinan, suku, ras maupun politik yang diperkuat dengan perkembangan informasi dan teknologi yang ikut andil dalam memperluas tindakan-tindakan intoleransi. 

Selasa (8/24/2021) siang Tim Dosen Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan pengabdian yang mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Manajemen Konflik melalui Pelatihan Komunikasi Antarbudaya bagi Pegiat Komunitas Perdamaian”. Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang rutin dilaksanakan oleh Universitas Negeri Malang.

Berita Terkait :  Tingkatkan Jurnalis Berkompeten, AJP Awal Februari 2021 Gelar Uji Kompetensi Wartawan

“Pengabdian yang diselenggarakan di Ngeledom cafe yang terletak di Kecamatan Sukun, Kota Malang ini bertujuan untuk mempertemukan para pegiat komunitas dalam rangka memperkuat nilai-nilai persatuan ditengah berbagai ancaman intoleransi” tutur ketua pelaksana kegiatan pengabdian Universitas Negeri Malang Rista Ayu Mawarti, S.Pd., M.Pd. 

Diskusi yang dipandu Yungki Susanto dengan narasumber M Lukman Hakim dari Oase Institut mengupas materi mengenai bagaimana “Berdamai dengan Keberagaman”. Selain itu juga dilakukan proses simulasi mengenai manajemen konflik antar budaya. Proses diskusi dan simulasi disambut antusias yang baik oleh peserta yang ditandai dengan aktifnya proses tanya jawab antara peserta dengan narasumber.

Terlaksananya kegiatan ini berjalan sesuai dengan luaran yang diharapkan oleh Tim Pengabdian Jurusan Hukum dan Kewarganegaraan FIS UM yaitu terciptanya dialog antar pegiat komunitas yang diharapkan akan memperkuat kompetensi manajemen konflik para pegiat komunitas perdamaian mengingat bahwa pegiat komunitas perdamaian termasuk salah satu garda terdepan yang menyebarkan benih-benih perdamaian di masyarakat.  

Berita Terkait :  KPU Bandar Lampung Sarankan Bakal Calon Perseorangan Ajukan Gugatan