Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Direktur Jenderal dan Kepala Eksekutif IISS Dr John Chipman berbicara pada Sidang Pleno Pertama Dialog Shangri-La ke-19 di Singapura 11 Juni 2022. Foto: Reuters/Caroline Chia.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Direktur Jenderal dan Kepala Eksekutif IISS Dr John Chipman berbicara pada Sidang Pleno Pertama Dialog Shangri-La ke-19 di Singapura 11 Juni 2022. Foto: Reuters/Caroline Chia.

Di Shangri-La, Menteri Pertahanan AS Mencela China Atas Perilaku Provokatif



Berita Baru, Singapura – Saat melakukan pidato hampir satu jam di Shangri-La Singapura, Menteri Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin mencela China atas perilaku provokatif dan tidak stabil di sekitar wilayah Taiwan, Sabtu (11/6).

“Langkah RRC (Republik Rakyat China-red) mengancam untuk merusak perdamaian dan stabilitas. Itu bukan hanya kepentingan AS, ini masalah perhatian internasional,” tegas Austin, dikutip dari Reuters, setelah Sidang Pleno Pertama Dialog Shangri-La ke-19.

Austin juga menegaskan kembali bahwa AS akan mendukung sekutu dan mitranya di Asia Pasifik.

“Kebijakan kami tidak berubah,” katanya kepada delegasi di forum keamanan. “Tapi sayangnya sepertinya tidak sama untuk RRC”.

Austin menekankan bahwa AS berkomitmen pada “tatanan internasional berbasis aturan” dan akan bekerja dalam kemitraan untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu.

Austin juga mengatakan bahwa kebijakan AS atas Taiwan, sebuah pulau yang memiliki pemerintahan sendiri yang diklaim Beijing sebagai miliknya, tetap sama.

Komentar Austin muncul sehari setelah dia melakukan pembicaraan tatap muka pertamanya dengan rekannya dari China, Wei Fenghe, di mana Wei menegaskan kembali kesediaan Tiongkok untuk berperang guna mencegah Taiwan menjadi negara merdeka.

China telah meningkatkan kegiatan militernya di sekitar pulau itu dalam beberapa tahun terakhir, secara teratur mengirim serangan mendadak ke zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, termasuk 30 pesawat pada akhir Mei.

Austin juga menegaskan kembali keprihatinan tentang pendekatan Beijing yang semakin tegas di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan.

Dua wilayah itu menurut Austin menjadi tempat dimana China mulai menjadi lebih “koersif dan agresif” dalam tekadnya untuk mendorong klaim maritimnya.

Dia menekankan bahwa AS akan mempertahankan “kehadirannya secara aktif” di seluruh Asia Pasifik.

“Kami akan terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun hukum internasional mengizinkan, dan kami akan melakukan ini bersama mitra kami.”

“Biar saya perjelas, kami tidak mencari konfrontasi atau konflik,” tambahnya.

“Kami tidak mencari Perang Dingin baru, NATO Asia atau wilayah yang terpecah menjadi blok-blok musuh… [tetapi] kami akan membela kepentingan kami tanpa gentar,” pungkasnya.