Di Luar Konflik AS dan Turki, Trump Mengaku Penggemar Erdogan

Trump Erdogan

Berita Baru, Internasional – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menerima kunjungan Presiden Recep Tayyip Erdogan di Gedung Putih, Rabu (13/11) waktu setempat. Dalam kunjungan itu, Trump mengaku bahwa dia merupakan penggemar berat Erdogan–dan seakan melupakan konflik yang terjadi antara AS dan Turki.

“Saya penggemar berat Presiden (Erdogan),” ujar Trump pada awal konferensi pers bersama seperti dikutip dari AFP.

Kata dia, Turki merupakan sekutu penting AS di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Turki seperti yang diketahui semua orang adalah sekutu di NATO dan mitra strategis Amerika Serikat,” ujarnya.

Trump juga telah melupakan ketegangan dengan Erdogan terkait penyerangan di Suriah.

Trump pernah mengirimkan surat ke Erdogan yang berisi peringatan terkait invasi ke Suriah. Dalam surat tertanggal 9 Oktober itu, Trump mengingatkan Erdogan untuk tidak (bertindak) bodoh.

Sebelum Turki meluncurkan (serangan) ke Suriah, Trump sempat mengancam akan menghancurkan ekonomi Ankara jika mereka melakukan invasi terlalu jauh.

Meski demikian, Trump berkeras bahwa dia memiliki hubungan dekat dengan Erdogan. “Kami telah berteman lama.”

Berita Terkait :  Perjanjian INF Runtuh, Akankah Perlombaan Senjata Nuklir Babak Baru Segera Dimulai?

Pertemuan tersebut dilakukan di tengah penolakan kunjungan Erdogan oleh Kongres AS dan proses pemakzulan. Pada konferensi pers itu, Trump mengaku tidak peduli dengan proses dengar pendapat yang dilakukan Kongres dalam penyelidikan pemakzulan.

“Saya lebih suka fokus pada perdamaian di Timur Tengah,” ujar dia. Trump menganggap pemakzulan dirinya sebagai tipuan dan lelucon.

Ketegangan antara AS dan Turki semakin tinggi setelah Erdogan menyerukan serangan yang menargetkan pasukan Kurdi di utara Suriah. Kurdi merupakan bekas sekutu AS yang membantu memberangus penyebaran ISIS di Irak dan Suriah.

Sementara Turki menganggap kelompok Kurdi adalah separatis dan teroris, karena ingin membuat negara sendiri di wilayah timur dan selatan dekat perbatasan Suriah dan Irak.

Trump sendiri sebenarnya memberikan lampu hijau serangan Turki. Namun setelah dikritik Kongres, Trump berbalik mengecam Turki.

Sumber : CNN
- Advertisement -

Tinggalkan Balasan