Berita

 Network

 Partner

Di Forum PBB, Indonesia Serukan Keselamatan Rakyat Afghanistan
Menlu RI Retno Marsudi pada Sesi Khusus Sidang Majelis Umum PBB untuk menanggapi Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan secara virtual dari New York tanggal 3-4 Desember 2020 (Foto: Kemlu)

Di Forum PBB, Indonesia Serukan Keselamatan Rakyat Afghanistan

Berita Baru, Jakarta – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno Marsudi menyerukan  keselamatan dan kehidupan rakyat Afghanistan harus menjadi prioritas utama.

Hal tersebut disampaikan, saat mengikuti secara virtual Pertemuan Tingkat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Situasi Kemanusiaan di Afghanistan, seperti dilansir laman Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Selasa (14/9/).

“Keselamatan dan kehidupan masyarakat Afghanistan adalah prioritas utama,” kata Menlu Retno Marsudi.

Pertemuan Tingkat Tinggi PBB dilaksanakan secara virtual pada Senin (13/9/2021), untuk menggalang dukungan negara-negara bagi bantuan kemanusiaan di Afghanistan.​

Pertemuan tingkat tinggi tersebut diselenggarakan oleh Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan dihadiri oleh pejabat tinggi setingkat menteri dari seluruh negara anggota PBB dan organisasi internasional.

Selain Menlu RI, pertemuan itu juga diikuti oleh para menlu dari 35 negara, antara lain Jerman, Inggris, Turki, Pakistan, Iran, Uni Emirat Arab, dan Norwegia.

Berita Terkait :  Erick Thohir Apresiasi Gerakan Antar Rakyat Gelar Sentra Vaksinasi Covid-19

Dalam pembukaan pertemuan, Sekjen PBB menyampaikan bahwa kondisi kemanusiaan di Afghanistan telah menjadi salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia dalam sejarah.

Situasi kemanusiaan di negara itu makin diperparah dengan adanya kekeringan, kerusakan infrastruktur layanan publik mendasar, serta pandemi COVID-19.

Saat ini diperkirakan lebih dari 11 juta warga Afghanistan membutuhkan bantuan kemanusiaan darurat.

Untuk itu, dibutuhkan setidaknya pendanaan sebesar 606 juta dolar AS untuk situasi di Afghanistan.

Sekjen PBB mengimbau dukungan negara-negara, terutama secara finansial, untuk memastikan keberlangsungan bantuan bagi masyarakat Afghanistan yang membutuhkan.

Sementara itu, Indonesia terus mengharapkan adanya pemerintahan yang inklusif, perlindungan hak asasi manusia (HAM) dan upaya mencegah merebaknya terorisme di Afghanistan.

Berita Terkait :  Ridwan Kamil Sebut Investasi Rp300 T Menguap Gara-gara Rencana PSBB Jakarta

Menlu RI menekankan bahwa pemerintahan yang inklusif adalah kondisi yang penting untuk mewujudkan Afghanistan yang aman serta dapat memulihkan kembali kepercayaan komunitas internasional.

Terkait situasi kemanusiaan terkini, Menlu Retno menegaskan bahwa komunitas internasional memegang tanggung jawab untuk memastikan bantuan tersampaikan secara cepat dan lancar.

“Indonesia berkomitmen memberikan bantuan sejumlah 3 juta dolar AS kepada masyarakat Afghanistan, melalui mitra lokal yang terpercaya,” ujar Menlu Retno.

Dari total bantuan Indonesia tersebut, sejumlah 150.000 dolar AS diperuntukkan bagi bantuan kemanusiaan dalam situasi darurat.

Sementara sejumlah 2,85 juta dolar AS ditujukan untuk mendukung pembangunan di Afghanistan selama 3 tahun ke depan, khususnya di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, dan pertambangan.

Berita Terkait :  AS Sita Persenjataan Iran yang Digunakan untuk Menyerang Arab Saudi

Pada akhir pernyataannya, Menlu Retno menyampaikan komitmen berkelanjutan Indonesia untuk terus mendukung upaya perbaikan dan pembangunan kembali Afghanistan.

Menurut dia, solidaritas internasional dalam pertemuan tersebut merupakan momentum yang baik untuk mendorong lompatan positif bagi tercapainya perdamaian berkelanjutan bagi masyarakat Afghanistan.

Dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, Indonesia telah secara konsisten memberikan bantuan bagi pembangunan di Afghanistan.

Total bantuan yang telah disampaikan oleh Indonesia kepada Afghanistan hingga saat ini mencapai 10 juta dolar AS.

Kontribusi tersebut diberikan diantaranya melalui program kerja sama trilateral dan peningkatan kapasitas di bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemberdayaan perempuan, pemerintahan yang baik, serta pengelolaan sumber daya alam di Afghanistan.​