Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Desa Jajar Trenggalek Gelar Tradisi Megengan

Desa Jajar Trenggalek Gelar Tradisi Megengan

Trenggalek, Beritabaru – Menjelang Ramadhan masyarakat di Desa Jajar Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek menggelar megengan, Minggu, 28 Maret 2022 malam. Uniknya, megengan tidak hanya digelar di masjid melainkan digelar dengan konsep panggung budaya. Jadi, bukan sekadar doa bersama melainkan ada beberapa kesenian lokal seperti tari-tarian, wayangan hingga sarasehan budaya. Dalam acara ini dihadiri oleh Bupati Trenggalek Mas Ipin.

Desa Jajar Trenggalek Gelar Tradisi Megengan
keterangan: sesi doa bersama

Kepala Desa Jajar Imam Mukaryanto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk persiapan kita untuk menyambut datangnya bulan ramadhan. Meski dipersiapkan dengan waktu yang cukup singkat tapi semoga semuanya senang.

“Ini kearifan lokal masyarakat desa kamil,” katanya.

Dia menuturkan, kegiatan Megengan Show telah berjalan selama beberapa tahun. Saat pandemi sudah mulai melandai kini gelaran Megengan Show bisa terlaksana dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, apalagi masyarakat juga telah divaksin lengkap.

“Dengan kegiatan seperti ini semoga membawa manfaat bagi masyarakat,” terangnya.

Ime, sapaan akrab Imam Mukaryanto, mengatakan dalam Megengan Show ada banyak acara. Sebelum acara puncak digelar ada beberapa rentetan kegiatan seperti lomba mewarnai wayang, jamasan, lomba catur, lomba dolanan tradisional, serta konservasi belut.

“Di kegiatan puncak ada arak-arakan ambeng dan pentas salalaho,” terangnya.

Dalam kegiatan diselenggarakan oleh pemerintah desa bersama masyarakat dengan melibatkan mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah.

Sementara itu Bupati Trenggalek Mas Ipin mengatakan kegiatan megengan dengan inovasi yang menarik ini semoga bisa terus digelar tiap tahunnya. Menurut dia, ini menjadi penting karena melestarikan budaya.

“Ini adalah bentuk kebahagian kita untuk menyambut bulan ramadhan. Mari kita istiqomah melestarikan tradisi ini,” terangnya.

Sementara itu, KH Teguh, pengasuh Ma’had Al-Jamiah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyampaikan banyak hal bahwa budaya jawa yang telah diwariskan oleh nenek moyang ini perlu terus diuri uri. Menurutnya, ada banyak hal dalam Islam yang memiliki irisan dengan budaya jawa.

“Seperti kisah wayang yang nantinya akan dipentaskan ini banyak hikmah kehidupan yang bisa kita ambil,” terang dia. (Am/Iz)