Depok Akan Jadi Kota Pertama Terima Vaksin Covid-19

    Berita Baru, Depok – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meninjau langsung simulasi pelaksanaan vaksinasi Corona Virus Disease 2019 (Covid19) di Puskesmas Poned Tapos, Kota Depok, Kamis (22/10).

    “Tadi kami melakukan simulasi. Karena kami ingin tau apakah jumlah puskesmas di Kota Depok maupun Provinsi Jawa Barat ini cukup atau tidak untuk melakukan vaksinasi,” kata Ridwan, Kamis (22/10).

    “Kalo tidak cukup, gedung serbaguna, GOR Bulutangkis dan tempat-tempat lain, harus kita sulap supaya bisa menjadi tempat untuk vaksinasi tersebut,” tambahnya.

    Simulasi pelaksanaan vaksinasi yang dimaksud Ridwan meliputi, pengecekan protokol kesehatan, pengecekan administrasi hingga masuk tahap penyuntikan vaksin.

    “Kalo jumlah tenaga penyuntiknya juga tidak cukup kita buka untuk relawan, bagi masyarakat yang siap daripada nanti keteteran,” sebutnya.

    Seperti disampaikannya, Kota Depok diajukan agar menjadi kota pertama di Indonesia yang menerima vaksin. Vaksi diterima dari dua tahap, yakni import langsung maupun produksi dalam negeri di Kota Bandung, melalui Bio Farma.

    “Nah terbagi dua vaksin yang hadir di Indonesia ini, satu yang dibeli langsung (import, red). Nah hari ini yang dibeli langsung masih diuji, baik itu dari BPOM maupun MUI, karena ada pertanyaan apakah halal atau tidak proses, konten dan lain sebagainya,” jelas Ridwan.

    Berita Terkait :  Perkembangan Uji Klinis Tahap Tiga Vaksin Covid-19

    “Kemudian ada vaksin tipe kedua yang Bio Frama. Di mana saya sebagai Gubernur melaksanakan kewajiban menjadi relawannya,” lanjutnya.

    Tingginnya kasus Covid-19 di Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi) menjadi alasan Ridwan Kamil memprioritaskan Kota Depok sebagai kota pertama yang menerima vaksin itu.

    “Beritanya untuk warga Depok, kalo vaksin tahap satu itu lolos di BPOM dan MUI. Warga Depok kami prioritaskan sebagai Kota pertama yang menerima vaksin itu,” beber Ridwan.

    Menurut Ridwan, vaksinasi tersebut efektif memberikan kekebalan tubuh hingga 95 persen.

    “Saya kira kalo disebut 100 persen terlalu takabur lah ya,” tandasnya.

    Seperti diketahui, vaksin yang diharapkan mampu menangkal Covid-19 itu pada tahap pertam ini akan diperuntukan bagi kelompok profesi usia 18-59 tahun. Mereka dirasa rentan terserang virus.

    - Advertisement -

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    2 × five =