Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Demokrat dan Harapan Rakyat

Demokrat dan Harapan Rakyat



Demokrat dan Harapan Rakyat

Farkhan Evendi
Ketua Umum Bintang Muda Indonesia


Sejak dideklarasikannya pandemi virus korona dan perang melawanya secara global di awal-awal tahun 2020, semua negara, di seluruh dunia, hari ini masih berjuang untuk bisa keluar dari serbuan virus korona. Indonesia adalah negara yang tidak terkecuali. Sampai hari ini (30/08), jumlah pasien yang terkonfirmasi terinfeksi virus korona berjumlah 178 ribu dan ada 128 ribu pasien yang dinyatakan sembuh.

Dampak nyata dari serbuan virus ini juga bisa dilihat pada bagian lain, yakni, merosotnya indeks perekonomian. Seperti dikutip dari Kompas (09/06) bahwa menurut Bank Dunia, perekonomian dunia sepanjang tahun ini bakal mengalami resesi terburuk sejak perang dunia. Realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal I di banyak negara, baik negara berkembang hingga maju mencatatkan rekor penurunan baru dalam beberapa tahun terakhir.

Data terkait perekonomian Indonesia sendiri, seperti yang diwartakan oleh BPS mengenai pertumbuhan ekonomi jelas mengalami kontraksi yang cukup dalam, lebih dalam dari prediksi Menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani. Ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar -5,32 persen (year on year), pada kuartal pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 2,97 persen. Pencapaian tersebut lebih rendah dibandingkan prediksi sebelumnya sebesar 5 persen.

Berbagai cara sudah dilakukan untuk menjaga serta memberi stimulus bagi peningkatan perekonomian warga dan negara. Usaha-usaha perbaikan tersebut dirasa juga perlu diimbangi dengan kerja-kerja gerakan, solidaritas dan gotong royong dari seluruh elemen kelompok di Indonesia, untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang datang silih berganti, seolah tanpa henti, baik di level politik-ekonomi sampai sosial.

Partai Demokrat, yang dinahkodai oleh Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memandang perlu adanya gerakan-gerakan atau praktik-praktik solidaritas yang dimaknai sebagai bentuk pertahanan bersama, untuk saling menjaga, saling peduli antar sesama anak bangsa. Bagi Partai Demokrat keselamatan warga adalah prioritas, baik dalam aspek keselamatan jiwa (kesehatan) maupun ekonomi.

Di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat mencoba mengembalikan harkat dan martabat partai kepada khitohnya, mengingat partai adalah instrument politik yang secara sah diatur dalam skema demokrasi sebagai perwakilan politik warga di depan negara. Khitoh ini menjadi penting untuk dipatri ke dalam dada setiap politisi dan kususnya seluruh kader Partai Demokrat pada saat negara-bangsa sedang diuji dengan datangnya gelombang pasang pandemi Covid-19 ini.

Untuk menjawab harapan rakyat di tengah situasi seperti ini, maka, Ketua Umum Partai Demokrat segera mengeluarkan surat intruksi nomor 01/III/2020 tentang Gerakan Nasional Partai Demokrat Lawan Korana yang ditujukan langsung kepada ketua Fraksi DPR-RI dan seluruh DPC Partai Demokrat agar seluruh kader Demokrat dapat berperan secara penuh dalam membantu dan mengayomi masyarakat.

Tidak berhenti sampai di situ, Ketum Partai Demokrat yang kerap disapa Mas AHY ini, kembali menginstruksikan kepada seluruh kadernya untuk memaksimalkan keselamatan masyarakat Indonesia dengan mendorong Gerakan Nasional Partai Demokrat Peduli dan Berbagi. Gerakan ini dimaksudkan untuk mengurangi sedikit beban ekonomi bagi masyarakat terdampak dengan menyalurkan keberapa bantuan paket sembako, uang tunai dan lain sebagainya di beberapa daerah di seluruh Indonesia.

Hingga saat ini sudah terkumpul dan dibagikan secara terpisah uang sejumlah 191 miliar untuk membantu pemerintah menangani pandemi. Alokasi dana sebesar itu dikeluarkan Partai Demokrat salah satunya untuk pembelian Alat Pengaman Diri (APD) yang dibagikan di berbagai rumah sakit, penyediaan masker medis dan non medis, penyemprotan disinfektan, pembuatan wastafel portebel, paket sembako dan lain sebagainya.

Meski nominal dan tindakan-tindakan tersebut dirasa masih kurang, namun terpenting Partai Demokrat menunjukan komitmennya untuk selalu bersama dan menjadi harapan masyarakat. Kultur-kultur mendekatkan diri dan menjadi bagian dari masyarakat adalah semangat dan karakter yang dibawa oleh AHY memimpin Partai Demokrat.

Jika politik serta partai politik, di mata masyarakat awam, sering kali dimaknai sebagai mau menang sendiri, mengambil keuntungan dan cenderung elitis, maka, di bawah kepemimpinan AHY, orientasi atau mental kader dan partai ingin dikembalikan kepada semangat sebagai ruang temu antara warga (civic) dan negara (state), sebagai jalan menyejahterakan seluruh rakyat Indoneisa.

Tentu akan ada narasi negative dari setiap langkah-langkah pembaharuan yag dilakukan setiap orang, terlebih dalam hal ini adalah AHY, misalnya seperti dengan sebutan ‘pencitraan’ dan seterusnya. Tentu pula, hal itu menjadi sah-sah saja di ruang demokratis ini. Akan tetapi, bagi kami para kader Partai Demokrat, kata-kata (umpatan-umpatan) bisa kita selesaikan (jawab) dengan praktik kerja. Kerja untuk kemaslahatan orang banyak, meski dalam bentuk tindakan yang sekecil mungkin.

Melalui itu semua, AHY merasa perlu membangun komitmen persatuan dan kegigihan dalam perjuangan yang harus kita wujudkan dalam ikhtira bangsa melakukan perang semesta melawan pandemi. Selain virus, pandemi yang akan menerjang kita adalah ekonomi dan ujian persatuan sebagai bangsa dan negara. Sangat penting bagi semua elemen rakyat Indonesia untuk bersatu, bersama menyelamatkan Indonesia dari ancaman keterpurukan.