Dear Zindagi: Terima Kasih, Gauri Shinde

-

Berita Baru, Film – Ketika awal film ini rilis, media-media, terutama di Indonesia, memberitakan film ini dengan headline kurang lebih setipe: bahwa ini kisah romantis, bahwa Shah Rukh Khan (SRK) memiliki pesona yang membuat perempuan muda macam Alia Bhatt takluk, dan sebagainya.

Tapi, apakah benar ini cerita romantis semata? Totally wrong.

Koko, dan Kegelisahannya

Dear Zindagi menceritakan Kaira, atau disapa Koko (Alia Bhatt), seorang sineas muda yang penuh ambisi, blak-blakan, dan tinggi percaya diri. Berkali-kali ia mengalami kegagalan menjalin hubungan romantis.

Setelah memutuskan untuk berhenti menghubungi Sid (Angad Bedi) dan memantapkan hati pada Raghu (Kunal Kapoor), ternyata Raghu malah mak benjujug bertunangan dengan seorang perempuan, yang sepertinya sih mantan pacarnya sendiri, di New York sana.

Dalam kepatahan hati, Kaira pulang ke rumah orangtuanya di Goa. Tak sengaja, ketika sedang membuat video untuk restoran milik kawan ayahnya, Kaira mendengar ceramah seorang psikolog bernama Dr Jehangir Khan (Shah Rukh Khan) atau Jug. Ketika ia mengalami masalah dengan pola tidurnya, Kaira pun menemui Jug untuk sesi terapi.

Di sesi pertama, Kaira mencurahkan masalah percintaannya, seperti, kenapa seolah ia susah punya pasangan? Dan pada sesi berikutnya, kegelisahan itu naik menjadi, mengapa semua hubungan romantis itu mengganggu? Semuanya terasa mudah ketika kita bersama teman-teman kita.

Nah, ketika digelar acara penyambutan kedatangan adiknya, Kiddo (Rohit Suresh Saraf), keluarga Kaira berkumpul. Para orang tua memilih menggunakan momen itu untuk membanding-bandingkan Kaira dengan Kiddo. Kaira dianggap seorang pembuat onar, sementara Kiddo mampu bertingkah baik.

Terus-menerus sindiran bergulir, hingga terjadilah ledakan bom itu: Kaira mengeluarkan semuanya. Keresahan yang ia simpan selama ini.

Bukan Romansa Alia dan SRK  

Baik, sebelumnya, cuma mau bilang, kurang ajar sekali kalau dibilang film ini cuma cerita cinta. Bahkan bukan. Ini film mengenai perjalanan seseorang untuk menerima dirinya, dengan segala kompleksitas dan problema yang ia punya.

Selamat kepada Alia Bhatt yang berhasil menjadi pemeran utama yang cukup meyakinkan di film Dear Zindagi. Namun pertama-tama, mungkin yang membuat film ini menyenangkan adalah Gauri Shinde, sutradara Dear Zindagi.

Gauri Shinde

Ini karena Gauri berhasil lepas dari kebintangan SRK dan memberi porsi yang tepat kepadaya sebagai aktor pendamping, serta memberi ruang seluasnya kepada Alia sebagai pemeran utama.

Alia juga mampu menampilkan karakter Kaira yang super random. Meledak-ledak, tapi juga mampu menangis dengan baik di satu adegan terapinya.

Penulisan skenario dan dialog dalam film ini juga bikin betah. Tidak ada sela untuk merasa bosan. Gauri mampu menunjukkan bagaimana sesi konseling itu dijalani oleh seseorang yang berkonsultasi ke seorang terapis jiwa.

Hanya saja, saya curiga, tiap kali Jug meneteskan obat mata ke matanya, itu bukan karena matanya sakit, tapi ia menjadikannya pengelabuan sehingga ia bisa menangis. Mungkin itu dilakukannya agar pasien yang datang tak merasa aneh, kok psikologku malah nangis? Bukannya nyemangatin. Kan aku jadi galau lagi. Mungkin, hahaha.

Tapi, di ending, mungkin kita bakal tahu perasaan Jug terhadap Kaira. Ingat kan, ketika kursi yang didudukinya mengeluarkan bunyi “crack”? Sementara kata Jug di awal film, “It cracks when you really like someone but can’t do anything about it.

Halah, Juuuug, Jug. Bilang aja, sih.

Bisa kita tebak, setelah Kaira berhasil melawan hantu dari masa lalunya, dia siap kembali menyapa kehidupannya, zindagi-nya.

Ya, kita diminta lagi untuk berharap bahwa happy ending selalu ada.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments