Berita

 Network

 Partner

Darurat Iklim, Greta Thunberg: Para Pemimpin Kebanyakan Bla, bla, bla
(Foto: The Guardian)

Darurat Iklim, Greta Thunberg: Para Pemimpin Kebanyakan Bla, bla, bla

Berita Baru, Internasional – Greta Thunberg mengecam para pemimpin global atas janji mereka untuk mengatasi darurat iklim dengen menyebut mereka kebanyakan “bla, bla, bla”.

Dia mengutip pernyataan Boris Johnson: “Ini bukan tindakan pelukan kelinci yang mahal, benar secara politis”, dan Narendra Modi: “Melawan perubahan iklim membutuhkan inovasi, kerja sama, dan kemauan keras” tetapi mengatakan bahwa sains tidak berbohong.

Menurut PBB, emisi karbon mengalami kenaikan angka hingga 16% pada tahun 2030, berbalik dari misi penurunan yang diharapkan untuk menjaga suhu berada di bawah batas 1,5C yang disepakati secara internasional.

“Bangun kembali dengan lebih baik. Bla bla bla. Ekonomi hijau. Bla bla bla. Net zero pada tahun 2050. Bla, bla, bla,” katanya dalam pidato di pertemuan Youth4Climate di Milan, Italia, Selasa (28/9). “Hanya ini yang kami dengar dari apa yang disebut pemimpin kami. Kata-kata yang terdengar hebat tapi sejauh ini belum membuahkan tindakan. Harapan dan ambisi kami tenggelam dalam janji kosong mereka.”

Berita Terkait :  Pasca Penarikan Pasukan AS di Afghanistan, Erdogan Minta Dana ke AS untuk Dukung Misi Bandara Kabul

Seperti dilansir dari The Guardian, KTT iklim Cop26 dimulai di Glasgow, Inggris, pada tanggal 31 Oktober dan semua negara berpolusi besar harus mempresentasikan rencana mereka untuk mengurangi emisi agar target 1,5C tercapai.

“Tentu saja kita membutuhkan dialog yang konstruktif,” kata Thunberg. “Sudah 30 tahun pernyataan blab la bla dari mereka muncul dan di mana aksi dari pernyataan itu? Kita masih bisa membalikkan ini – sangat mungkin. Dibutuhkan segera, pengurangan emisi tahunan yang drastis. Tapi tidak jika hal-hal berlangsung seperti hari ini. Kurangnya tindakan yang disengaja oleh para pemimpin kita adalah pengkhianatan terhadap semua generasi sekarang dan mendatang.”

Penelitian yang diterbitkan pada hari Senin menunjukkan bahwa anak-anak yang lahir hari ini akan mengalami gelombang panas dan bencana iklim berkali-kali lebih banyak selama hidup mereka daripada kakek-nenek mereka, bahkan jika negara memenuhi janji emisi mereka saat ini.

Berita Terkait :  Sambutan Meriah untuk Greta Thunbergh, Aktivis Lingkungan Berusia 16 Tahun

Pejabat PBB dari Inggris dan AS mengatakan Cop26 tidak akan menghasilkan terobosan yang untuk memenuhi aspirasi kesepakatan Paris. Pertemuan itu hanya untuk menghidupkan narasi 1.5C.

Thunberg, Vanessa Nakate dari Uganda, dan ratusan anak muda lainnya dari seluruh dunia menghadiri Youth4Climate Summit. Aksi ini diselenggarakan oleh pemerintah Italia, mitra Inggris dalam menjalankan Cop26.

Thunberg berkata: “Mereka mengundang orang-orang muda agar seolah-olah mereka mendengarkan kita. Tapi mereka jelas tidak mendengarkan kita. Emisi kita masih meningkat. Sains tidak berbohong. Kita tidak bisa lagi membiarkan orang yang berkuasa memutuskan apa yang mungkin secara politik. Kita tidak bisa lagi membiarkan orang yang berkuasa memutuskan apa itu harapan. Harapan tidak pasif. Harapan tidak bla, bla, bla. Harapan mengatakan yang sebenarnya. Harapan mengambil tindakan. Dan harapan selalu datang dari orang-orang yang mengupayakan.”

Berita Terkait :  Greta Thunberg Ladeni Cuitan Trump di Twetter

Sejumlah besar pemuda pemrotes iklim turun ke jalan pada hari Jumat di hampir 100 negara di seluruh dunia, termasuk 100.000 di Berlin, tempat Thunberg berbicara.