Dari Film Mariposa, Kita Belajar…

Acha dan sahabatnya, Amanda _ sumber Netflix

Berita Baru, Film – Coba deh, tengok catatan berikut ini. Siapa tahu, kamu juga membutuhkan reminder ini.

Jangan paksa anak

Orangtua sangat mungkin merasa dirinya paling memahami apa yang baik bagi anaknya, dan bahwa mereka menginginkan yang terbaik. Namun hal itu berpotensi menjadikan orangtua melupakan satu hal penting: anaknya juga punya mimpi. Dalam kasus Mariposa, hal ini terjadi pada Iqbal, yang nggak pernah ditanya “apa maunya” oleh sang Ayah, Bov.

Selepas istrinya meninggal, Bov hanya ingin Iqbal sukses. Dan dia pikir, anaknya bakal sukses hanya jika menjadi gemilang dalam bidang akademik.

Pentingnya sifat pantang menyerah

Acha memiliki sifat satu ini: jika dia menginginkan sesuatu, dia nggak akan menyerah sampai mendapatkan apa yang dia mau. Termasuk dalam hal ini: meraih hati Iqbal. Jika hati dingin Iqbal itu ibaratnya batu yang besar, ia yakin air yang terus menetesinya bakal membuat batu itu berlubang juga.

Namun, sebuah reminder untuk siapapun yang sedang mengejar tambatan hati: jangan melakukan tindakan yang mengganggu alias annoying, ya. Kalau seseorang yang kamu suka terang-terangan bilang dia nggak suka padamu, kamu kudu punya strategi yang “cantik” untuk bisa mendapatkan perhatiannya, dan bukan main kasar atau blak-blakan. Jangan sampai si dia malah ilfil sama kamu.

Jadilah sahabat yang suportif

Amanda adalah tipe sahabat yang peduli dan perhatian dengan Acha. Ketika Acha jatuh cinta pada Iqbal, ia tak serta-merta mendukungnya, namun membantu Acha mengukur apakah Iqbal laki-laki yang tepat buat Acha. Meski akhirnya, pada satu titik, Acha jadi sebal pada Acha.

Penting untuk menjadi sahabat yang suportif, bukan sekadar mengiyakan apa yang dikatakan oleh sahabat kita, tapi membantunya meraih apa yang terbaik buat dirinya.

Berbesar hati dalam asmara

Karakter Juna cukup menarik, ia naksir dengan Acha dan melakukan banyak hal untuk Acha. Namun, Acha tidak menyukainya. Juna bersabar menerima sikap Acha yang kadang dingin dan cuek. Pada akhirnya, ketika Acha memilih Iqbal, Juna menerima keputusan itu dengan hati legawa.

Sikap Juna perlu ditiru, nih. Karena, mau seberapa besar usaha kita, tetap saja hati tak bisa dipaksakan. Juna tak bisa memaksakan Acha untuk menerima cintanya. Kita bebas memiliki perasaan suka terhadap orang lain, sebagaimana orang lain juga bebas menerima maupun menolak perasaan kita.

Facebook Comments
- Advertisement -

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini