Dampak Pendidikan Daring, Penjualan Kacamata di Gresik Meningkat

    Berita Baru, Gresik – Merebaknya pandemi Covid-19 berdampak bagi dunia pendidikan. Saat ini, siswa harus menjalani sekolah daring atau menggunakan internet. Fasilitas internet itu diakses melalui telepon seluler atau Handphone maupun Laptop. Di Gresik, hal itu menjadikan para penjual kacamata di optik mengalami peningkatan dibanding sebelum pandemi, terlebih sebelum ditetapkannya kebijakan pendidikan daring.

    Putri Nur Laili, salah satu martketing Optik Finka Jalan Raya Bungah-Sidayu, Gresik menuturkan, sebelum pandemi optiknya memiliki omset perbulan kisaran 10 juta perbulan. Namun, setelah pandemi berlangsung, bahkan setelah adanya pendidikan daring omsetnya naik hingga 14 sampai 16 juta dalam sebulan.

    “Meningkat mas, omset sebelumnya 10 juta perbulan, sejak 3 bulan terakhir ini dikisaran 14 sampai 16 juta, terlebih saat bulan Agustus kemarin,” katanya, Selasa (8/9).

    Adapun pembelinya, Putri mengungkapkan, rata-rata pelajar dari kalangan SD, SMP maupun tingkat SMA.

    “Pembeli rata-rata pelajar cewek dari kalangan SMP maupun SMP dan sebagian lagi tingkat SD, mereka beralasan untuk belajar,” jelasnya.

    Kacamata yang dibeli umumnya jenis kacamata radiasi. Soal harga, berkisar antar 300 sampai 500 ribu, namun yang paling laku anti radiasi dengan harga 250 ribu.

    Berita Terkait :  Dianggap Gagal Kelola Program, PMII Jatim Desak Gubernur Evaluasi Dinas Pendidikan

    Kondisi demikian mendapat komentar dari dr. Izzuddin Syahbana, Direktur umum RSI Mabarrot NU Bungah. Ia berbendapat, bahwa dampak radiasi yang disebabkan oleh Hp maupun Laptop tidak dipengaruhi oleh usia. Namun, saat proses belajar daring, orang tua harus lebih ketat memantau anaknya, tidak hanya dalam proses belajarnya, tetapi juga dalam penggunaan Hp maupun Laptop.

    “Radiasi dari Hp atau layar laptop tidak berhubungan dengan usia, jadi semua usia resikonya sama saja. Namun, pengaruh pada mata saat terlalu lama menggunakan Hp atau Laptop salah satunya akan mempengaruhi kemampuan penglihatan, memicu kelelahan mata dan bisa memicu vertigo. Jadi orang tua juga harus memantau dan membatasi anak saat memakai gadget, sebaiknya diusahakan tidak dalam jangka waktu lama, istirahatkan mata setelah pemakaian 20-30 menit, hindari pemakaian gadget diruangan yang kurang cahaya, lakukan pemeriksaan mata setiap 6 bulan sekali agar bisa diketahui sejak dini apabila ada masalah dikesehatan mata,” jelasnya.

    - Advertisement -

    Tinggalkan Balasan