Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

Warga menemukan mayat istrinya di lokasi tanah longsor di Morro da Oficina setelah hujan lebat di Petropolis. Foto: Reuters.
Warga menemukan mayat istrinya di lokasi tanah longsor di Morro da Oficina setelah hujan lebat di Petropolis. Foto: Reuters.

Dalam Satu Minggu, Korban Tewas Badai Brasil Naik Menjadi 186

Berita Baru, Petropolis – Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor Brasil meningkat menjadi 186 orang, menurut pihak berwenang.

Diketahui, hujan deras dengan disertai angin kencang sejak tanggal 15 Februari telah meluluhlantakkan kota Petropolis, Brasil.

Sejak badai terjadi, petugas penyelamat telah mencari korban, menggali lumpur dan reruntuhan yang ditinggalkan oleh tanah longsor yang menghancurkan yang terutama melanda komunitas miskin di lereng bukit.

Jumlah orang yang hilang saat ini mencapai 69 orang. Polisi mengatakan 33 anak termasuk di antara mereka yang tewas dalam banjir 15 Februari, yang mengguyur kota tenggara itu dalam beberapa jam, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Aljazeera.

Lebih dari 850 orang yang kehilangan rumah atau harus mengungsi masih berada di tempat penampungan darurat.

Salah seorang warga setempat yang tinggal dan bekerja di wilayah Morro da Oficina, Alexandro Conde mengatakan tempatnya telah hancur disapu longsor besar beserta puluhan rumah lainnya.

Ia mengatakan, di antara bangunan yang runtuh adalah bengkel sablon Conde, tempat putranya Kaique yang berusia 18 tahun, teman dekatnya Thiago, dan saudaranya Ivan sedang bekerja.

“Ketika saya tiba, saya melihat ini (rumah-rumah hancur di tanah longsor). Kemudian itu hanya jeritan kesakitan karena saya tahu anak saya dan saudara laki-laki saya ada di sana,” kata Conde kepada kantor berita The Associated Press.

Para pejabat melakukan operasi pembersihan besar-besaran untuk membersihkan lumpur, puing-puing dan kendaraan yang terdampar yang berserakan di sekitar Petropolis.

Petropolis adalah sebuah kota indah berpenduduk 300.000 orang yang merupakan ibu kota musim panas abad ke-19 dari kekaisaran Brasil.

Dalam tiga bulan terakhir, sedikitnya 236 orang tewas akibat badai hebat di Brasil.

Para ahli mengatakan hujan lebat diperburuk oleh perubahan iklim.