Berita

 Network

 Partner

Covid-19 Varian Delta: Menurunkan Kemampuan Penetralisir Antibodi

Covid-19 Varian Delta: Menurunkan Kemampuan Penetralisir Antibodi

Berita Baru, Jakarta –  Varian Delta atau B.1.617.2 virus penyebab Covid-19 telah banyak ditemukan di Indonesia akhir-akhir ini. Banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai varian ini, terutama mengenai berbahayanya varian tersebut, termasuk diduga menjadi penyebab terjadinya gelombang kenaikan kasus Covid-19 di Indonesia pada saat ini.

Varian Delta memiliki mutasi yang menyebabkan peningkatan kemampuan penularan. Varian ini tiga kali lebih menular dibandingkan varian pertama virus penyebab Covid-19. 2,61 kali peningkatan risiko rawat inap di rumah sakit dan 1,67 kali peningkatan risiko membutuhkan penanganan gawat darurat.

Virus penyebab Covid-19 Varian Delta (B.1.617.2) masih bisa terdeteksi oleh pemeriksaan PCR. Informasi yang beredar tentang Varian Delta tidak bisa terdeteksi PCR adalah tidak tepat.

Berita Terkait :  'Perang Telah Berganti,’ CDC Sebut Varian Delta Menular Seperti Cacar Air

Hingga saat ini, belum ada hasil penelitian atau laporan terpublikasi yang menunjukkan Varian Delta memiliki gejala, bukti-bukti yang ada saat ini mengenai gejala Varian Delta berbeda baru dalam bentuk data yang disampaikan kepada media.

Varian Delta terbukti menurunkan kemampuan penetralisir antibodi dan Varian Delta berpotensi meningkatkan risiko reinfeksi. Varian Delta juga terbukti menurunkan kemampuan penetralisir beberapa vaksin.

Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai seberapa efektif vaksin yang saat ini tersedia di Indonesia untuk mencegah berbagai varian virus penyebab Covid-19 yang saat ini sudah terdeteksi di Indonesia. Vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia memiliki kemampuan minimal untuk menghasilkan antibodi yang bisa menetralisir varian-varian virus penyebab Covid-19. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengetahui efektivitas masing-masing vaksin terhadap varian-varian yang ada.

Berita Terkait :  Pasien Covid-19 Paling Menular Satu Hari Sebelum Gejala Muncul