Co-Founder Xiaomi Menyumbangkan $2,2 Miliar Saham untuk Amal

-

Berita Baru, Internasional – Pada 13 Juli kemarin, Co-founder Xiaomi Corporation, Lei Jun menyumbangkan 616 juta saham Kelas B ke Xiaomi Foundation dan Lei Jun Foundation, menurut pengajuan ke Bursa Efek Hong Kong. Saham tersebut bernilai HK$17,4 miliar ($2,2 miliar), berdasarkan harga penutupan hari Jumat (16/7).

Itu menjadikan Lei turut serta mengikuti beberapa kepala perusahaan teknologi lainnya dalam upaya dalam memberikan bantual amal di tengah meningkatnya pengawasan terhadap industri.

Pengusaha miliarder, yang kekayaan bersihnya sekitar $25,7 miliar, bergabung dengan orang-orang seperti Zhang Yiming dari ByteDance Ltd. dan Wang Xing dari Meituan dalam memberikan sebagian dari kekayaan mereka untuk tujuan amal.

Menurut laporan Blomberg, pengawasan terhadap perusahaan teknologi dan kekayaan yang mereka hasilkan untuk para pendirinya telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, ketika China menindak raksasa internetnya dan pengaruh mereka atas kehidupan sehari-hari di China.

Berita Terkait :  Akhirnya, Paus Fransiskus Negatif Covid-19

Beijing sekarang memusatkan perhatian pada sejumlah besar data yang mereka kumpulkan dari aktivitas seperti belanja daring hingga pemesanan kendaraan dan pembayaran daring.

Berita Terkait :  Netizen kepada Greta Thunberg: Kembalilah ke Sekolah

Saham Xiaomi melonjak 4,8% di perdagangan Hong Kong hari Jumat (16/7), kinerja terbaik pada benchmark Indeks Hang Seng Hong Kong. Perusahaan itu menyalip Apple Inc. sebagai pembuat smartphone terbesar kedua di dunia pada kuartal kedua setelah meningkatkan pengiriman sebesar 83%, kata Canalys.

Dalam sebuah surat yang menandai tonggak sejarah pada hari Jumat (16/7), Lei berterima kasih kepada karyawan atas upaya mereka dan mengatakan peringkat No. 2 terbesar dunia membawa tantangan dan tanggung jawab yang lebih besar bagi perusahaan berusia 11 tahun itu.

Berita Terkait :  Produsen Mobil Sport Lotus Akan Beralih ke Listrik Tahun 2028

Lei menyebutnya sebagai “kemenangan strategis utama”. Lei menulis bahwa Xiaomi perlu “dengan cepat mengkonsolidasikan posisi” untuk bersaing dengan perusahaan paling inovatif di dunia.

Berita Terkait :  Intel Rilis GPU Diskrit Pertama Mereka

Perusahaan Lei sejauh ini relatif tidak terdampak dalam tindakan keras teknologi China, yang telah membuat Ant Group Co dari Jack Ma menarik penawaran umum perdana dan raksasa e-commerce Alibaba Group Holding Ltd membayar rekor denda $2,8 miliar.

Pemimpin pengiriman makanan Meituan, yang pendirinya Wang menyumbangkan $2,3 miliar saham di perusahaan itu pada bulan Juni, juga berada di bawah penyelidikan antimonopoli, sementara Didi Global Inc., yang go public bulan lalu, saat ini menghadapi penyelidikan keamanan siber.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini
Berita Terkait :  Akhirnya, Paus Fransiskus Negatif Covid-19

TERBARU