Berita

 Network

 Partner

Bendera Taiwan dan Amerika Serikat. Foto: Reuters.
Bendera Taiwan dan Amerika Serikat. Foto: Reuters.

China Tegaskan AS Seharusnya Tidak Ikut Campur Atas Taiwan

Berita Baru, Beijing – Kementerian Pertahanan China tegaskan AS seharusnya tidak ikut campur atas Taiwan mengingat AS akhir-akhir ini banyak mengambil langkah-langkah ‘provokasi’ di beberapa bidang, Kamis (25/11).

Di satu sisi, China mengatakan masalah Taiwan adalah masalah yang paling sensitif dalam hubungannya dengan AS. Sementara, di sisi lain, AS merupakan negara utama pendukung internasional dan pemasok senjata Taiwan.

“Terutama pada masalah Taiwan, China tidak memiliki ruang untuk kompromi, dan pihak AS seharusnya tidak memiliki ilusi tentang ini,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan China, Wu Qian saat jumpa pers bulanan, sebagaimana dikutip dari Reuters, Kamis (25/11).

Wu Qian juga mengatakan memiliki hubungan yang sehat dan stabil baik untuk keduanya dan apa yang diharapkan dunia.

Berita Terkait :  Bukan Dilarang, Korsel Beri Dorongan untuk Bakat Bermain Game

Ia juga mengatakan China bersedia menjaga pertukaran dan kerja sama dengan Amerika Serikat.

“Namun, untuk jangka waktu tertentu, pihak AS telah mengatakan banyak hal yang tidak bertanggung jawab dan melakukan banyak hal provokatif di Taiwan, Laut China Selatan, dan pengintaian jarak dekat oleh kapal perang dan pesawat,” kata Wu.

China memiliki prinsip untuk pengembangan hubungan antara kedua militer, yaitu kedaulatan, martabat, dan kepentingan intinya tidak dapat dilanggar, tambahnya.

Taiwan yang diperintah secara demokratis mengecam China karena meningkatkan tekanan diplomatik dan militernya untuk mencoba dan memaksa pulau itu menerima kedaulatan China.

Namun, masalah Taiwan semakin meningkat saat kedua pemimpin negara, Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping bertemu secara virtual pada awal bulan ini.

Berita Terkait :  Jepang dan AS Telah Mengangkut Ratusan Warganya dari Wuhan

Dalam pertemuan itu, Xi Jinping mengatakan bahwa orang-orang di Taiwan yang mencari kemerdekaan, dan pendukung mereka di Amerika Serikat, “bermain dengan api”.

Pada gilirannya, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen telah bersumpah untuk mempertahankan pulau itu, dan mengatakan hanya rakyatnya yang dapat memutuskan masa depannya.