China Targetkan Olah 2 Miliar Ton Limbah Baja Dengan Teknologi Ramah Lingkungan

-

Berita Baru, Inovasi – Perusahaan pembuat baja China Baogang Group bekerja sama dengan Greenore berhasil mengolah 1.000 ton slag baja pertama di dunia dengan teknologi baru yang ramah lingkungan dan menargetkan untuk mengolah 100.000 ton slag baja mulai akhir tahun ini.

Slag baja atau sering kali juga disebut terak merupakan limbah padat yang dihasilkan dari pembuatan baja.

Pemerintah China melalui Undang-Undang Perlindungan Lingkungan negara itu menetapkan sejumlah pajak untuk perlindungan lingkungan yang di antaranya dikenakan juga pada slag baja yang tidak di olah per tonnya.

Dilansir dari laman berita bisnis Nikkei Asia, pabrik baja di China menghasilkan sekitar 1 miliar ton baja mentah dengan sekitar 300 juta ton slag setiap tahun. Hingga tahun ini, ada sekitar 2 miliar ton steel slag di China. Sehingga tentu saja penanganan limbah tersebut menjadi masalah yang mendesak di negara itu.

Namun secara keseluruhan pengolahan slag secara konvensional yang biasanya dilakukan menimbulkan kontaminasi tanah dan air.

Greenore dan perusahaan induknya GreenOre CleanTech merupakan perusahaan yang didirikan oleh tim peneliti ilmiah di Sekolah Teknik dan Institut Bumi Universitas Columbia menawarkan metode pengolahan limbah padat yang berbeda dari metode pengolahan konvensional.

“Metode Greenore mencegah polusi air dan udara dari asam kuat yang digunakan dalam pengolahan terak dengan menggunakan teknologi baru. Teknik baru ini memungkinkan perusahaan memangkas biaya pengadaan bahan baku dan mengubur limbah padat, dan akan membantunya mencapai tujuan pembangunan yang berkelanjutan,” klaim perusahaan tersebut.

Greenore dinilai menjadi perusahaan yang unggul dalam pengolahan limbah karena menggunakan teknologi laboratorium untuk dimanfaatkan secara praktis.

Facebook Comments

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERBARU

Facebook Comments