Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

China Panas, AS Perintahkan Tutup Dubes China di Houston dalam 72 Jam

China Panas, AS Perintahkan Tutup Dubes China di Houston dalam 72 Jam



Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (21/7), Jubir Kemenlu China Wang Wenbin mengatakan China akan berjanji membalas langkah AS menutup kedutaan China di AS, Houston.

Hal itu disampaikan Wang Wenbin tak lama setelah Washington mengeluarkan langkah itu dengan dasar untuk melindungi kekayaan intelektual dan informasi pribadi Amerika Serikat.

“China menuntut AS mencabut keputusan yang salah ini. Jika AS terus maju, China akan mengambil tindakan penanggulangan yang diperlukan,” kata Wang Wenbin.

Wang Wenbin menyebut langkah itu sebagai ‘eskalasi yang belum pernah terjadi sebelumnya.’ Bahkan ia mendengar akan adanya ancaman pengeboman dan pembunuhan.

“Karena langkah-langkah pemusnahan dan kebencian yang disengaja dari AS, delegasi China di AS baru-baru ini menerima ancaman bom dan ancaman pembunuhan,” katanya.

Wang Wenbin juga mengatakan bahwa Beijing telah menunjukkan niat baik kepada para diplomat AS di China dan telah mencoba memperbaiki hubungan China-AS melalui utusannya di AS. Namun China menerima balasan sebaliknya.

“Sebaliknya, AS membatasi diplomat China pada bulan Juni dan Oktober lalu, tanpa alasan yang sah. [AS] telah menyita dan membuka surat dan dokumen resmi kami. Kedutaan Besar AS di Beijing juga sering menerbitkan artikel yang menyerang China. Harus jelas siapa yang mengintervensi dan menyusup ke politik domestik orang lain, dan siapa yang memulai konfrontasi,” tegas Wang.

“AS mengklaim ada ketidakseimbangan dalam hubungan Chino-AS. Ini adalah alasan mereka yang remeh dan tak berdasar. Faktanya, dilihat dari jumlah diplomat dan institusi diplomatik yang didelegasikan, AS memiliki jumlah yang jauh lebih besar dari China,” lanjutnya.

Sementara itu, Jubir Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus mengatakan China diperintahkan untuk menutup Kedubes di Houston untuk ‘melindungi kekayaan intelektual Amerika dan informasi pribadi Amerika’ dengan tanpa memberikan perincian lebih lanjut.

Mengutip SCMP, Ortagus mengatakan AS tidak akan mentolerir pelanggaran China atas ‘kedaulatan dan intimidasi orang-orang kami, seperti halnya kami tidak mentolerir praktik perdagangan yang tidak adil [Cina], pencurian pekerjaan di Amerika, dan perilaku mengerikan lainnya’.

Hu Xijin, pemimpin redaksi tabloid negara Global Times, mencuti di Twitter bahwa AS memberi waktu China 72 jam untuk menutup konsulat.

“Ini langkah gila. Konsulat jenderal adalah CG Cina pertama di Amerika Serikat. AS tidak hanya meminta untuk menutupnya, tetapi meminta evakuasi dalam waktu tiga hari. Ini adalah kegilaan mutlak. Tampaknya tidak ada garis bawah untuk beberapa orang di Washington. Pemerintahan AS saat ini bersedia melakukan apa saja sekarang,” cuit Hu Xijin.

Lalu pada hari Rabu (22/7), dengan mengutip Depatemen Kepolisian AS, media-media AS melaporkan bahwa polisi dan pejabat pemadam kebakaran Houston telah menerima laporan tentang dokumen yang dibakar di halaman konsulat China di Houston pada Selasa malam.

Di Twitter, seorang pengguna juga mengunggah video bukti pembakaran di dekat Kedubes China di Houston.

Departemen Kepolisian Houston mengatakan mereka mulai menerima laporan sekitar pukul 8 malam, di mana dokumen-dokumen dibakar di 3417 Montrose Boulevard, di mana konsulat itu berada.

Namun, hingga kini, Kedubes China di AS hingga kini belum dapat dihubungi dan belum mengeluarkan pernyataan resminya.