China Luncurkan Misi Pertama ke Mars

Roket Long March-5 digunakan untuk mengirim probe Tianwen-1 China ke Mars pada hari Selasa, momen besar dalam sejarah ruang angkasa China. Foto: Xinhua

Berita Baru, Internasional – Pada hari Selasa (21/7) pukul 12:41 waktu setempat, China meluncurkan roket penyelidik (probe) pertamanya menuju Mars yang merupakan tonggak utama dalam misi Beijing untuk membangun program luar angkasa kelas dunia.

Menurut media China, pesawat penyelidik yang bernama Tianwen-1 itu diluncurkan melalui roket Long March-5 dari pulau Hainan dan diperkirakan akan mencapai medan gravitasi Mars pada Februari 2021.

Setelah pendaratan di mars berhasil, penyelidikan itu diharapkan bekerja setidaknya selama 90 hari di Mars, di mana waktu di Mars lebih lama dari bumi.

Pada bulan Juni, seorang akademisi dari Chinese Academy of Sciences, Bao Weimin mengatakan kepada kantor berita Xinhua bahwa pendaratan akan menjadi bagian paling sulit dari misi ini, yang melibatkan proses empat langkah yang akan memakan waktu tujuh hingga delapan menit.

Berita Terkait :  Skandal 1MDB Malaysia: Najib Razak Didakwa Bersalah 7 Kasus Korupsi
Roket Long March-5 terlihat di Pusat Peluncuran Luar Angkasa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan. Roket itu digunakan untuk meluncurkan pesawat penyelidik pertama China ke Mars. Foto: Xinhua

Pesawat penyelidik Mars China terdiri dari pengorbit, pendarat dan penjelajah. Pendarat dan penjelajah akan melakukan pendaratan lunak di permukaan, dan setelah itu, penjelajah diharapkan mempelajari permukaan planet, atmosfer, ionosfer, dan medan magnet.

Nama Tianwen secara harfiah dalam bahasa Mandarin berarti “Pertanyaan ke Surga”. Nama itu terinspirasi oleh sebuah puisi kuno yang ditulis oleh Qu Yuan di mana Qu, yang lahir di 340BC, mengajukan 172 pertanyaan tentang mitologi, kepercayaan agama, dan sejarah China.

Sementara itu, People Daily mengatakan “Tianwen” mencerminkan tekad dan ketekunan orang-orang China untuk melangkah lebih jauh ke ruang angkasa.

Ini adalah kedua kalinya China terlibat dalam mengirim penyelidikan ke Mars.

Sembilan tahun yang lalu, China bekerja sama dengan Rusia dan mengirim pesawat ruang angkasa Yinghuo-1 untuk mengorbit di sekitar Mars. Pesawat ruang angkasa terdampar di orbit karena kegagalan teknologi dan kemudian dinyatakan hilang oleh China National Space Administration.

Mars adalah planet keempat dari Matahari dan planet terkecil kedua di Tata Surya, hanya lebih besar dari Merkurius, yang merupakan planet terdekat ke Bumi. Kedekatan ini telah lama menangkap imajinasi manusia berharap untuk mengembangkan habitat yang dapat ditinggali di masa depan, meskipun visi yang hampir mustahil dengan teknologi modern.

Berita Terkait :  Roket China, Long March 5B (CZ-5B), Jatuh di Samudera Atlantik

Eksplorasi umat manusia terhadap Mars telah berlangsung selama beberapa dekade. Uni Soviet adalah negara pertama yang mencoba misi Mars ketika meluncurkan pesawat ruang angkasa pada Oktober 1960 yang hancur saat peluncuran. Pada tahun 1971, pengorbit Mars 2 menjadi objek buatan manusia pertama yang mencapai Mars.

Beberapa minggu kemudian, Uni Soviet akan mengirim pendarat ke Mars. Pendaratan itu menjadi pendaratan pertama yang berhasil di Mars, meskipun pendarat hanya bekerja selama 14,5 detik.

Ilustrasi pesawat ruang angkasa Tianwen-1, yang diperkirakan akan mendarat di Mars pada Februari 2021. Foto: Weibo

Sementara itu, AS juga berhasil mengirimkan pesawat pertamanya ke Mars pada November 1964. Lalu misi keduanya mengirimkan pesawat ke mars terjadi di tahun 1970, yaitu Program Viking. Lalu, Uni Emirat Arab sendiri juga meluncurkan pesawat ke Mars pada 19 Juli dan kini pesawat ruang angkasa itu sedang dalam perjalanan ke Mars.

- Advertisement -

Tinggalkan Balasan