Beritabaru.co Dapatkan aplikasi di Play Store

 Berita

 Network

 Partner

China Geram, AS Dukung Taiwan Upgrade Rudal Patriot
Ilustrasi Rudal Patriot AS (Foto: Istimewa)

China Geram, AS Dukung Taiwan Upgrade Rudal Patriot



Berita Baru, Washington – Amerika Serikat atau AS dukung Taiwan upgrade Rudal Patriot dengan menyetujui penjulan peralatan dan layanannya senilai senilai $100 juta ke Taiwan untuk untuk “mempertahankan, memelihara, dan meningkatkan” sistem pertahanan Taiwan.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan AS (DSCA) pada Selasa (8/2), bahwa pihaknya telah menyerahkan sertifikasi yang diperlukan kepada Kongres AS setelah Departemen Luar Negeri menyetujui kesepakatan penjualan yang diajukan oleh kedutaan Taiwan di Washington.

Upgrade Sistem Pertahanan Udara Patriot tersebut akan “membantu meningkatkan keamanan penerima dan membantu menjaga stabilitas politik, keseimbangan militer, ekonomi dan kemajuan di kawasan itu.”

“Penjualan yang diusulkan ini melayani kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS dengan mendukung upaya berkelanjutan penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel,” kata DSCA dalam pernyataan, dilansir dari Reuters.

DSCA menambahkan bahwa kontraktor utama dalam kesepakatan tersebut adalah Raytheon Technologies dan Lockheed Martin.

Pada gilirannya, Kementerian Luar Negeri Taiwan mengatakan “sangat menyambut baik” keputusan AS tersebut.

“Dalam menghadapi ekspansi militer China yang berkelanjutan dan tindakan provokatif, negara kami akan menjaga keamanan nasionalnya dengan pertahanan yang solid, dan terus memperdalam kemitraan keamanan yang erat antara Taiwan dan Amerika Serikat,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, di Beijing, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengecam keras keputusan AS tersebut.

“China akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan kuat untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan kepentingan keamanannya,” katanya kepada wartawan.

Ditanya tindakan apa yang akan diambil China, Zhao berkata: “Saya ingin meminta semua orang untuk menunggu dan melihat”.

Sebelumnya, China memberlakukan sanksi terhadap Lockheed Martin dan perusahaan AS lainnya di masa lalu karena menjual senjata ke Taiwan. Namun tidak jelas bagaiaman sanksi tersebut.

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan keputusan untuk mendapatkan rudal Patriot yang lebih baru dibuat selama pertemuan 2019 dengan pejabat AS di pemerintahan Presiden Donald Trump.

Taiwan, pulau yang diperintah secara demokratis, berulangkali mengeluhkan tindakan angkatan udara China di zona pertahanan udaranya. Tindakan tersebut dianggap AS sebagai upaya China untuk menekan Taiwan agar ‘kembali’ ke China.

Duta Besar China untuk Amerika Serikat bulan lalu mengatakan bahwa kedua negara adidaya itu bisa berakhir dalam konflik militer jika Washington mendorong kemerdekaan Taiwan.